Beras

Warga Kota ini Enggan Beli Beras Bulog

tiga hari yang lalu ada operasi pasar yang dilaksanakan oleh Bulog Balikpapan. Dengan harga eceran tertinggi Rp.9.850 perkilo

Warga Kota ini Enggan Beli Beras Bulog
Kompas Tv
Ilustrasi beras 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walau harga beras dipasaran mulai naik namun, warga Balikpapan enggan mengkomsumsi beras Bulog yang murah dan terjangkau. Hal tersebut disampaikan Jumadi Pedagang Beras di Pasar Klandasan Balikpapan Tengah, Senin (15/1).

Jumadi mengatakan, bahwa tiga hari yang lalu ada operasi pasar yang dilaksanakan oleh Bulog Balikpapan. Dengan harga eceran tertinggi Rp.9.850 perkilo."Minimal satu warga membeli 5 kg beras Buloq pada saat operasi pasar. Kalau tidak salah sekitar tiga hari yang lalu ada operasi pasar," kata Jumadi.

Walau ada kelangkaan beras premium namun untuk stok beras Bulog selalu ada setiap hari. Namun jarang ada warga yang membeli. "Stoknya ada terus setiap hari. Kebanyakkan warga kelas menengah kebawah mencari beras premium. Kebanyakkan pembeli cari yang mahal karena beras Buloq agak hitam," ungkap Jumadi.

Menurutnya kualitas beras Buloq dengan beras premium sangat beda. Dari harga pun berbeda. Selisih Rp 3.000 perkilo. "Jadi untuk beras Buloq tidak begitu laku, satu atau dua orang saja yang beli kebanyakkan orang cari beras premium," ungkapnya.

Fenisa salah satu pembeli dipasar Klandasan Balikpapan Tengah menyebutkan, bahwa setiap harinya ia mengomsumsi beras Raja Lele. Walau pun mahal jika masak dan makan lebih enak dan pulon.

"Saya sih setiap bulan beli beras Raja Lele yang kapasitas 10 Kg, memang setiap bulan harganya naik. Bulan kemarin 10 Kg harganya sekitar Rp 120.000 perkilo, sekarang sudah Rp.130.000an," ujar Fenisa.

Disampaikan Fenisa, walaupun harganya lebih mahal yang penting tidak terjadi kelangkaan pada beras karena itu yang dikomsumsi setiap hari.

"Ada sih beras murah seperti Bulog dan lainnya. Tapi sudah kebiasan beli Raja Lele atau Mawar, jadinya tetap dibeli. Daripada beli murah nanti dibuang-buang saja kan percuma juga" kata Fenisa.

Dari pantauan Tribun Kaltim pada sore hari stok beras tidak banyak. Namun harganya melambung tinggi khususnya untuk beras premium. (dha)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved