Baru Hyundai yang Sudah Mengurus Izin dari 5 Investor Teken MoU

Muhammad Johan Johor Mulyadi menjelaskan, sejauh ini sudah ada 5 investor yang sudah meneken MoU.

Baru Hyundai yang Sudah Mengurus Izin dari 5 Investor Teken MoU
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Maket Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi diabadikan Tribunkaltim.co beberapa waktu lalu. 

Perusahaan multinasional ini sebut Johan sudah pada tahap permohonan rekomendasi kepada Gubernur.

Permohonan rekomendasi ini adalah awal langkah mengurus perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) bagi investor asing.

Dan investor dalam negeri, rekomendasi gubernur sebagai modal untuk mengurus perizinan di pemprov.

Sebelum memohon rekomendasi, investor harus melakukan site survey, pra feasibility study, dan feasibility study.

"Hyundai sudah melakukan itu sehingga sudah sampai tahap permohonan rekomendasi. Yang lain itu masih belum ada yang mengikuti," katanya.

Baca: Hai Ladies. . . Nih Ikuti 9 Cara Ini Biar Pria di Luar Sana Tergila-gila kepada Kamu!

Baca: Asyik, WhatsApp Business Sudah Bisa Diunduh dan Dipakai di Indonesia!

Johan mencontohkan, saat ini Hyundai tengah mengurus perizinan di BKPM RI. Pasca izin yang diminta di BKPM terbit, selanjutnya perizinan bergulir di level daerah.

"Investor akan ajukan izin lokasi ke kabupaten dan izin lain di pemprov," ujarnya.

Tak hanya itu, investor  diminta membuka kantor di Kalimantan Utara. Lalu membuat NPWP.

"Kalau dia buka kantor, tentu menyerap tenaga kerja lokal mereka," katanya.

Untuk diketahui PT Wika rencananya akan menggarap proyek Jembatan Bulan, lalu PT Inalum berinvestasi pengolahan alumina menjadi aluminium, Hyundai berinvestasi Pembangkit Listrik Tenaga Air, Honghwa berinvestasi pengolahan minyak, dan Sarawak Energy juga di bidang usaha PLTA. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved