Rita Widyasari Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka TPPU Untuk Pertama Kalinya

Uang itu lalu ‎disamarkan keduanya dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari di Gedung KPK Jakarta, Jumat (6/10/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Bupati Kutai Kartanegara nonaktif, Rita Widyasari (RIW) masuk dalam jadwal agenda pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (19/1/2018).

"RIW diperiksa sebagai tersangka TPPU," terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Sebelumnya Rita sudah ditahan di Rutan KPK, Gedung Merah Putih atas kasus suap dan gratifikasi.

Baca: Buruh Bergaji UMR Akan Sulit Nyicil Rumah DP 0 Rupiah dari Anies-Sandi

Yang terbaru, KPK menetapkan Rita bersama tangan kanannya Khairudin yang juga Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Mereka diduga menerima Rp 436 miliar yang merupakan suap dan gratifikasi terkait proyek, perizinan, dan pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021. 

Baca: Lewat Undangan, Terbuka Ternyata Ini Ayah dari Ardina Rasti, Netizen Kasihan dengan Calon Suaminya

Uang itu lalu ‎disamarkan keduanya dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain. Khairudin diketahui merupakan pentolan tim 11 yang merupakan tim sukses saat Rita bertarung dalam Pilkada Kukar.

Baca: Lulus Percintaan Terlarang, Hotman Paris Beri Saran Pada Istri Amankan Hartanya dari Pelakor

Atas perkara TPPU ini, penyidik turut pula menyita tiga mobil milik Rita, dua apartemen di Samarinda, 40 tas branded, jam tangan, hingga perhiasan.

‎Selain terseret di kasus dugaan gratifikasi dan TPPU, Rita juga menyandang status tersangka di kasus suap dari Henry Susanto Gun (HSG) selaku Dirut PT Sawit Golden Prima senilai Rp 6 miliar sekitar bulan Juli dan agustus 2010.

Uang itu untuk memuluskan perizinan lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved