Sudah Sepekan, Harga Beras di Berau Melambung, Ini Penyebabnya

Para pedagang beras di pasar induk, Sanggam Adji Dilayas mengaku tidak tahu apa penyebab naiknya harga beras ini.

Sudah Sepekan, Harga Beras di Berau Melambung, Ini Penyebabnya
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Dalam sepekan ini, harga beras mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh, pasalnya, nasi merupakan makanan pokok masyarakat 

TRIBUNKALTIM.CO – Dalam sepekan ini, harga beras mengalami kenaikan.

Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh, pasalnya, nasi merupakan makanan pokok masyarakat. Para pedagang beras di pasar induk, Sanggam Adji Dilayas mengaku tidak tahu apa penyebab naiknya harga beras ini.

Baca: Puluhan Tas Mewahnya Disita KPK, Rita Widyasari Sebut Itu Cuma Harta Dunia

“Tidak tahu kenapa bisa naik (harga), yang jelas, kami beli dari distributor memang ada kenaikan harga,” kata Ujang, pedagang bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Jumat (19/1/2018).   

Hal yang sama juga diungkapkan oleh para pedagang beras lainnya. Menurut mereka, kenaikan harga terjadi di tingkat distributor.

“Tidak tahu apakah beras dari Jawa dan Sulawesi yang naik, atau dstributor yang menaikkan harga. Yang jelas, hampir semua jenis beras naik harganya,” kata Masri, pedagang beras di Jalan AKB Sanipah.

Baca: Karier Pegulat Seksi Tamat! Terkapar di Atas Ring, Kepala dan Leher Cedera, Penonton Kira Akting

Dinas Perdagangan Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, juga membenarkan adanya kenaikan harga beras. Kepala Disperindagkop Berau, Wiyati, melalui Staf Bina Usaha Perdagangan Disperindagkop Berau, Novi mengatakan, berdasarkan data harga kebutuhan pokok, harga beras memang mengalami kenaikan.

“Ada yang naik Rp 200 per kilogram, ada yang Rp 400 per kilogram dan paling tinggi Rp 1.000 per kilogram,”ungkapnya.

Dari 10 jenis beras, yang paling signifikan kenaikan yakni beras kemasan 10 kilogram dan 25 kilogram yang mencapai Rp 12.000 per kilogram, sementara harga beras per 25 kilogram mengalami kenaikan hingga Rp 5.000.

Baca: Rita Widyasari Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka TPPU Untuk Pertama Kalinya

Novi juga membenarkan, kenaikan harga berasal dari distributor. “Dari distributor kan mendatangkan beras mendatangkan dari luar daerah. Sudah mengalami kenaikan harga mulai bulan Januari ini,” kata Novi.

Pihaknya menduga, kenaikan beras terjadi karena adanya perubahan biaya transportasi dan sebagainya. “Misalnya, kalau beras dari Pulau Jawa, pabriknya menaikkan harga, harga beras di sinijuga naik harga,” jelasnya.

Menanggapi permintaan masyarakat, agar pemerintah melakukan upaya untuk menekan harga beras, bersama Badan Urusan Logistik (Bulog), Disperindagkop telah melakukan kegiatan operasi pasar di sejumlah kecamatan.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved