Wisata

Molornya Agenda Kegiatan Menjadi Penyebab Berau Tidak Memiliki Kalender Wisata

mayoritas kendala yang dihadapi untuk mendukung kegiatan kepariwisataan karena tidak konsistennya waktu pelaksanaan.

Molornya Agenda Kegiatan Menjadi Penyebab Berau Tidak Memiliki Kalender Wisata
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Kepulauan Derawan, termasuk di dalamnya Pulau Maratua masuk dalam kategori lokasi wisata popular versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemkab Berau kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas kalender wisata. Nantinya hasilnya akan menjadi bahan promosi, untuk menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo saat memimpin rapat mengatakan, belajar dari pengalaman selama ini, kegiatan pariwisata hampir selalu digelar secara mendadak, sehingga tidak ada waktu untuk melakukan promosi.

“Akibatnya, promosinya tidak efektif, karena dilakukan dadakan. Sementara biasanya, wisatawan sebelum pergi liburan selalu membuat perencanaan terlebih dahulu,” ujarnya, Senin (22/1).

Ditambahkannya, penyusunan kalender wisata ini akan membuat semua pihak yang terlibat lebih siap, dan juga akan mendapat jumlah pengunjung yang maksimal.

Hasil akhirnya, diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian masyarakat Berau.

“Jadi kita tidak bicara pemasukan untuk pemerintah daerah saja, tapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat kita sendiri,” jelasnya.

Ada beberapa pihak yang hadir untuk memberikan masukan dalam penyusunan kalender ini, diantaranya perwakilan manajemen maskapai penerbangan, pengelola resort,Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Perhmpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hingga perusahaan swasta yang selama ini ikut melakukan pengembangan pariwisata.

Dalam pertemuan ini terungkap, mayoritas kendala yang dihadapi untuk mendukung kegiatan kepariwisataan karena tidak konsistennya waktu pelaksanaan.

Seperti yang disampaikan oleh Camat Tanjung Redeb, Yuda Budisantosa, menurutnya, selama ini agenda wisata kerap molor lantaran persoalan pendanaan.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Sudarmin, dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Selama ini, pihaknya berupaya mendukung kegiatan pariwisata.

“Tapi persoalannya adalah masalah waktu pelaksanaan, yang sering berubah-ubah,” ungkapnya.

Sementara maskapai penerbangan perlu kepastian, untuk mempromosikan kegiatan itu dengan harapan tingkat isian penumpang yang banyak.
Demikian pula dengan yang disampaikan oleh Jonie Ranlis, dari Sriwijaya Air. Pihaknya mengklaim, selama ini berupaya membantu promosi wisata melalui majalah masakapai penerbangan.

Namun lagi-lagi, kata Jonie, persoalannya ada pada waktu pelaksanaan.“Karena tidak ada kepastian waktu, jadwal kegiatan masih sering berubah-ubah,” kata Jonie.

Karena itu, para peserta rapat penyusunan kalender wisata ini meminta, agar kalender wisata nantinya bisa benar-benar dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. (gef)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved