Novanto Membantah Terima Pemberian Jam Tangan Mewah Rp1,3 Miliar, Ia Sampai Bersumpah Begini

Pemberian jam itu sebagai hadiah ulang tahun dan ucapan terima kasih atas bantuan Novanto dalam pengurusan anggaran e-KTP di DPR.

Novanto Membantah Terima Pemberian Jam Tangan Mewah Rp1,3 Miliar, Ia Sampai Bersumpah Begini
Foto: Raymond Hall
Setya Novanto saat berjabat tangan dengan Donald Trump di Amerika Serikat 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Terdakwa Setya Novanto membantah menerima jam tangan Richard Mille seharga 135.000 dollar AS. Novanto tetap membantah meski telah diakui oleh pemberi, yakni Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Bantahan itu disampaikan Novanto saat menanggapi keterangan yang disampaikan Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (22/1/2018).

"Demi Tuhan saya tidak pernah menerima jam tangan pada 2012," ujar Setya Novanto.

Dalam persidangan, Andi mengatakan, awalnya pemberian jam tangan itu atas inisiatif Johannes Marliem. Marliem merupakan perwakilan perusahaan Biomorf, vendor produk biometrik merek L-1.

Arloji merek Richard Mille
Arloji merek Richard Mille (Vidio.com)

Menurut Andi, jam tangan itu diberikan kepada Novanto pada Desember 2012. Pemberian jam itu sebagai hadiah ulang tahun dan ucapan terima kasih atas bantuan Novanto dalam pengurusan anggaran e-KTP di DPR.

Namun, menurut Andi, jam tangan itu pernah diperbaiki dan dibawa kembali ke Amerika Serikat karena rusak. Kemudian, jam itu dikembalikan kepadanya pada awal 2017.

"Pada 2017 awal, jam itu dikembalikan pada saya karena ada ribut-ribut e-KTP. Lalu saya jual di Blok M, sekitar Rp 1,3 miliar," kata Andi.

Seusai Andi memberi keterangan, Novanto sempat menanyakan jenis dan tipe jam tangan yang dimaksud oleh Andi. Menurut Novanto, setiap tipe memiliki kode tahun pembelian.

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). Sidang mantan ketua DPR itu beragendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPKKURNIAWAN)
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). Sidang mantan ketua DPR itu beragendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPKKURNIAWAN) (ANTARA FOTO/SIGID)

Novanto sendiri mengaku memiliki beberapa jam dengan merek serupa.

"Kalau diperbaiki, lalu saya ambil, semestinya ada surat, karena Richard Mille ketat sekali. Saya sering jual bekas, makin lama makin harganya lebih mahal," kata Novanto.

[Abba Gabrillin, Kompas.com]

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved