Pelayaran Nunukan-Surabaya Terancam Tutup Lagi

Kemarin waktu Natal saja dialihkan ke Palu. Jadi kalau kapal tidak ada muatan, penumpang paling tinggi 60, biaya operasional tinggi,

Pelayaran Nunukan-Surabaya Terancam Tutup Lagi
istimewa
KM Egon yang akan melayani pelayaran rute Nunukan- Surabaya 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Rute pelayaran Nunukan- Jawa terancam tutup kembali. Pasalnya rute pelayaran yang dilayani KM Egon itu sepi angkutan dari Nunukan.

"Kemarin waktu Natal saja dialihkan ke Palu. Jadi kalau kapal tidak ada muatan, penumpang paling tinggi 60, biaya operasional tinggi, itu pasti hilang," kata Muhammad Ilyas, General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Nunukan, Selasa (23/1/2018).

Dia menyayangkan, karena kapal yang dimaksudkan untuk membantu kelancaran distribusi bahan pokok dalam negeri untuk wilayah perbatasan, justru tidak termanfaatkan dengan baik.

"Itu kalau kosong terus, sepi muatan, apa bakal bertahan? Kalau seumpama Pemkab Nunukan mewadahi melalui perusda, menyuplai barang keluar masuk, itu hidup kapal. Tetapi kalau dia perorangan saja, mau sampai kapan?" ujarnya.

Seharusnya, kata dia, Pemkab Nunukan berinovasi untuk bekerjasama dengan daerah yang menjadi perlintasan KM Egon. "Seperti Bontang, Pemkab Nunukan bisa memasok pupuk dari wilayah tersebut," ujarnya.

Inovasi lainnya juga bisa dilakukan agar KM Egon bisa beroperasi maksimal. Apalagi kedatangan KM Egon atas permintaan Pemkab Nunukan.

"Itu harus Perusda yang kelola. Bagaimana menyiasati kondisi begini? Hukum pasar berlaku kalau pembeli banyak. Barang kurang, harga naik. Ujungnya nasib KM Egon tinggal hitung hari," ujarnya.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan KM Egon untuk melayani pelayaran rute Nunukan- Surabaya. Pelayaran perdana dari Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan berlangsung Kamis (12/10/2017) disaksikan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid.

Rute pelayaran Nunukan- Surabaya sempat vakum selama empat tahun. Pada 2013 lalu, pelayanan rute ini dihentikan PT Pelni (Persero) karena pertimbangan bisnis.

KM Egon yang kini melayani perlayaran tujuan Surabaya selain memuat penumpang, juga memuat barang kebutuhan dengan kuantitas jauh lebih banyak dibandingkan kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) yang lain.

Kapal buatan tahun 1991 ini memiliki spesifikasi 4.651 GRT, panjang 94,30 meter dengan lebar 16 meter. KM Egon melayani rute pelayaran Nunukan - Bontang - Pare-Pare - Batulicin - Surabaya - Lembar - Waingapu.

Setiap penumpang dikenakan tarif Rp 209.000 untuk tujuan Bontang, Rp 312.000 tujuan Pare Pare, Rp 418.000 tujuan Batulicin, Rp 483.000 tujuan Surabaya, Rp 513.000 tujuan Lembar dan Rp 590.000 tujuan Waingapu. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved