Kapal Kayu Dilarang Masuk Malaysia, Kadin Nunukan Punya Cara Jitu

Perdagangan tradisional jalur Nunukan- Tawau mengalami kendala sejak otoritas Negara Bagian Sabah, Malaysia melarang masuknya kapal kayu

Kapal Kayu Dilarang Masuk Malaysia, Kadin Nunukan Punya Cara Jitu
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Kapal- kapal kayu pengangkut barang saat bersandar di Dermaga Inhutani, Kecamatan Nunukan. 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan, Irsan Humokor mengatakan, pihaknya sedang mengusahakan pengadaan kapal besi untuk menjawab persoalan larangan masuknya kapal kayu pengangkut barang ke Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Perdagangan tradisional jalur Nunukan- Tawau mengalami kendala sejak otoritas Negara Bagian Sabah, Malaysia melarang masuknya kapal kayu pengangkut barang.

"Yang diminta kapal besi, tentu kami juga mengusahakan untuk mempersiapkan itu," ujarnya, Kamis (25/1/2018) usai Pelantikan Pengurus Kadin Kabupaten Nunukan Periode 2017- 2022 oleh Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid di Kantor Bupati Nunukan.

Baca: Proyek di Tanjung Aru Akan Menyerap 100.000 Tenaga Kerja, Paser Diperkirakan Lebih Maju

Otoritas Negara Bagian Sabah beberapa kali melakukan tarik ulur, dengan melarang dan mengizinkan kembali dengan syarat, masuknya kapal kayu pengangkut barang ke Negara Bagian Sabah, Malaysia. Padahal aktivitas tradisional ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Larangan itu kembali dikeluarkan pada Desember 2017 dengan ketentuan berlaku hingga Agustus 2018. Otoritas Negara Bagian Sabah, Malaysia kembali menyaratkan, untuk mengangkut barang dari wilayah itu haruslah menggunakan kapal besi.

Irsan mengatakan, Kadin Kabupaten Nunukan sudah mendapatkan penawaran dari pihak perbankan.

Baca: Pembagian Saham Blok Mahakam Belum tuntas, Ketua DPRD Kukar Minta Segini

“Mereka mengajak Kadin bekerjasama untuk kapal besi yang mereka siapkan. Dari pengusaha juga siap dua kapal besi," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved