Breaking News:

Ribut Dana Aspirasi Anggota DPRD Samarinda, Pokja 30: Jangan Ada Dusta. . .

Menurut Tuah, apakah dokumen usulan aspirasi 45 anggota DPRD Samarinda itu pernah dipaparkan ke publik?

Penulis: Budhi Hartono | Editor: Trinilo Umardini
Handover
Direktur Pokja 30 Carolus Tuah 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok Kerja (LSM Pokja) 30, Carolus Tuah menilai, dana aspirasi yang diributkan anggota DPRD Kota Samarinda, karena tidak ada keterbukaan informasi.

Sehingga terkesan, ada dusta pembagian jatah dana aspirasi anggota Dewan.

‎Menurut Tuah, apakah dokumen usulan aspirasi 45 anggota DPRD Samarinda itu pernah dipaparkan ke publik?

"Asal muasal usulan itukan, biasanya dari hasil serap aspirasi melalui kegiatan reses. Bagaimana mekanisme transparansinya? Apakah eksekutif pernah memeriksa?" kata Tuah, ditemui Tribun, di sekretariat Pokja 30 Jalan Danau Maninjau, Samarinda, Jumat (26/1/2018).

Baca: Efek Dahsyat Kunyit, Rempah Ini Ternyata Ampuh Loh Atasi Pikun

Baca: Mendadak, Luna Maya Menangis saat Diramal Mbah Mijan Hubungannya dengan Reino Bakal Putus

Baca: KPK Sulit Kabulkan Permintaan Justice Collaborator untuk Setya Novanto, Ini Alasannya

Sebaiknya, lanjut Tuah, alokasi dana aspirasi diperiksa Banggar eksekutif, ketimbang diperiksa penyidik kejaksaan atau kepolisian.

Seperti diberitakan Tribun, pengakuan anggota Dewan, jatah dana aspirasi untuk anggota ‎masing-masing Rp 500 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved