Sabtu, 18 April 2026

Belum Tuntas Sudah Ditinggalkan Pekerja, Proyek Rp 53 Miliar di Sebatik Mangkrak

Proyek dengan pelaksana PT Michelindo Cahaya Rejeki - Surabaya ini didukung tenaga pengawas dari Muara Konsul - Bandung Jawa Barat.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Proyek mangkrak pembangunan dermaga untuk mendukung kegiatan Sentra Perikanan dan Kelautan Terpadu (SPKT) di Pulau Sebatik. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendukung Sentra Perikanan dan Kelautan Terpadu (SPKT) di Pulau Sebatik senilai Rp 53.698.006.000 hingga kini belum menunjukkan tanda- tanda akan selesai. Proyek yang kontrak pekerjaannya berakhir pada Desember 2017 itu, malah dibiarkan mangkrak ditinggalkan para pekerja.

Kepala Kantor SPKT Sebatik, Wirahadi Santoso mengungkapkan, pekerjaan proyek tersebut sudah berhenti total. "Memang tiang pancangnya masih belum beraturan. Proyek ini dari KKP. Kami hanya ikut masalah pengawasan, tidak bisa mencampuri itu," ujarnya, Jumat (26/1/2018).

Proyek dengan Nomor Kontrak : 191/PL410/01/PPK/V/2017 ini mulai dikerjakan pada 16 Mei 2017 dengan waktu pekerjaan 180 hari kalender. Namun hingga kontrak berakhir pekerjaan belum tuntas sehingga diperpanjang hingga akhir Desember 2017.

Proyek dengan pelaksana PT Michelindo Cahaya Rejeki - Surabaya ini didukung tenaga pengawas dari Muara Konsul - Bandung Jawa Barat.

Pembangunan fisik dermaga untuk fasilitas pendukung yang memudahkan nelayan menjual hasil tangkapan ini baru selesai sekitar 50 persen, dari total target pembangunan fisik sepanjang 950 meter dengan rincian, pancang cause way 200 meter dan trestel 750 meter.

Kondisi konstruksi cause way trestel untuk dermaga perikanan masih berantakan tak terurus. Sejumlah alat berat, mesin-mesin molen, cor coran serta material berserakan di samping kapal tongkang yang menghentikan operasi karena telah melewati deadline kontrak.

"Kalau sebabnya berhenti kami tidak tahu pasti. Kami juga tahunya kok berhenti pekerjaan? Tidak ada yang kerja lagi. Padahal masih seperti itu keadaannya," ujarnya.

Selain trestel cause way dermaga, Kementrian Kelautan dan Perikanan juga membangun cold storage yang kini telah rampung dan siap dioperasikan. Bangunan tersebut menggunakan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun dikerjakan kontraktor yang berbeda. Bangunan darat tersebut berupa geronteng, Kantor SPKT serta balai pertemuan.

Untuk mendukung SPKT Sebatik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk pembangunan gerbang pagar depan, timbunan, jalan masuk serta TPI. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved