Cahaya Hijau Melesat Sehari Sebelum Ibu Tien Meninggal, Aura Soeharto Kemudian Seperti Meredup

Bahkan, saat tampil di muka umum, ia tampak renta, tanpa cahaya. Sesekali, matanya terkadang menerawang

Cahaya Hijau Melesat Sehari Sebelum Ibu Tien Meninggal, Aura Soeharto Kemudian Seperti Meredup
IST
Presiden RI kedua, Soeharto 

TRIBUNKALTIM.CO - Meninggalnya Sang Istri pada 28 April 1996, konon, meredupkan aura kekuasaan Pak Harto alias Soeharto.

Bahkan, saat tampil di muka umum, ia tampak renta, tanpa cahaya.

Sesekali, matanya terkadang menerawang.

Ketiadaan pendamping, tempatnya berbagi, meronggakan kekosongan dalam hidupnya.

Baca: Wow, Harga 1 Unit Kulkas Ini Rp 319,7 Miliar, Khusus untuk Presiden AS. Begini Loh Kecanggihannya

Kalangan spiritualis memprediksi, wahyu keprabon telah pergi darinya.

Sebab, sehari sebelum Ibu Tien wafat, konon, masyarakat Surakarta melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton Mangkunegaran.

Tak masuk akal memang, menghubungkan hal itu dengan karier seorang presiden.

Namun, langkah politik Soeharto, setelah kepergian istrinya, sungguh di luar kendali.

Baca: Kunjungi Korban Kebakaran, Gaya Busana Haji Lulung Disebut Seperti Kids Zaman Now

Halaman
123
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved