OPINI

Pesan buat Pemimpin: "Hai Kamu, Dapat Salam dari Amanah! Yang Dulu Pernah Kamu Sanggupi"

“HAI kamu, dapat salam dari amanah! Yang dulu pernah kamu sanggupi”. Begitulah kira-kira bunyi quote dari sebuah blog Randiapriansyah

Pesan buat Pemimpin:
IST
Tri Noor Aziza 

Ada apa dengan para penyelenggara negeri ini, sehingga beramairamai dan tak ada habisnya serta ada saja pengekor di belakangnya bak ular naga panjangnya bukan kepalang (red lagu anak) melakukan rasuah tersebut. Di negara yang katanya agamis, mengapa penduduknya (pemimpinnya) lebih dekat dengan kekufuran.

Untuk itu kita perlu mengambil langkahlangkah yang dapat dilakukan untuk mencegah, mengurangi dan menindak korupsi misalnya dengan berkomitmen untuk tidak melakukan perbuatan yang menyalahi hukum Tuhan dan hukum Negara. Karena di dalam agama apapun korupsi tetaplah tidak dapat dibenarkan.

Selain itu elemen bangsa dapat membuat suatu gerakan nasional anti korupsi dengan mengkampayekan penyadaran kepada penyelenggara negara dan pemerintahan serta masyarakat.

Baca: Catat! Mulai 4 Februari, NAM Air Terbangi Tiga Rute Baru di Kalimantan

Terakhir, negara dalam hal ini penegak hukum perlu mengimplementasikan pemberian sanksi/hukuman yang lebih tegas kepada pelaku korupsi, karena selama ini meskipun telah ada UU Tindak Pidana Korupsi, namun hukuman yang diberikan masih dirasa ringan dan tidak memberikan efek jera bagi pelaku dan efek pembelajaran bagi yang lainnya.

Vonis yang dijatuhkan menurut UU tipikor adalah di rentang 115 tahun penjara dengan denda sekitar 50 juta 1 milyar.

Sedangkan hukuman mati dapat dijatuhkan pada perbuatan melawan hukum yang dalam keadaan tertentu seperti korupsi pada waktu negara dalam keadaan bahaya, pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved