Mangsa Manusia, Buaya 5 Meter di Kalimantan Ini Akhirnya Tertangkap, Bangkainya Langsung Dikubur

Warga Katingan, bersyukur buaya pemangsa Aman seorang pencari ikan warga Katingan, Kaltimantan Tengah, akhirnya bisa ditangkap

Mangsa Manusia, Buaya 5 Meter di Kalimantan Ini Akhirnya Tertangkap, Bangkainya Langsung Dikubur
BKSDA Kalteng
Biaya berukuran lima meter lebih yang memangsa warga Katingan, akhirnya ditangkap namun dalam keadaan mati. 

TRIBUNKALTIM.CO - Warga Katingan, bersyukur buaya pemangsa Aman seorang pencari ikan warga Katingan, Kaltimantan Tengah, akhirnya bisa ditangkap, meski dalam keadaan mati, Jumat (2/2/2018).

Kepala BKSDA Kalteng, Adib Gunawan, mengatakan, tidak mudah dalam upaya mereka untuk menangkap buaya pemangsa manusia tersebut.

Karena memerlukan kesabaran dan kekompakan bersama warga setempat yang memang telah lama mencari buaya memangsa rekan mereka hingga tewas.

Baca: Helm Hilang Saat Parkir Diganti Setengah Harga

Diungkapkan Adib hingga buaya tersebut bisa tertangkap, dia mengatakan awalnya mereka ingin melakukan evakuasi satwa liar berupa buaya di Sungai Sebangau Besar Kabupaten Pulang Pisau, tersebut.

"Kami sampaikan kronologis sebagai berikut, tim turun ke lokasi sebagai tindak lanjut adanya serangan buaya terhadap masyarakat desa Sebangau Jaya yang mengakibatkan korban jiwa , Aman pada saat mencari ikan dan udang,"ujarnya.

Kemudian, tim turun ke lapangan pada Senin, 29 Januari pukul 10.00 WIB menuju ke Desa Sebangau Jaya dan sampai di desa sekitar pukul 16.30. Tim segera mencari informasi terkait kejadian penyerangan buaya terhadap warga desa tersebut.

Baca: Mesin Parkir Meter Mulai Diberlakukan di Kota Balikpapan

Buaya berukuran lima meter lebih inilah yang memangsa Aman, warga Katingan yang mencari ikan di Sei Sebangau, Pulangpisau.
Buaya berukuran lima meter lebih inilah yang memangsa Aman, warga Katingan yang mencari ikan di Sei Sebangau, Pulangpisau. (BKSDA Kalteng)

Pada 30 Januari 2018, tim bersama-sama dengan masyarakat melakukan pengecekan ke lokasi guna melakukan upaya penangkapan/penjeratan buaya.

"Namun kondisi sungai yang sangat luas (lebar -+ 100 m) serta langsung bermuara ke laut, tim tidak dapat menemukan keberadaan buaya tersebut," ujarnya.

Kemudian, tim bersama masyarakat memutuskan untuk menggunakan metode pancing atau umpan dengan menempatkan umpan pada lokasi-lokasi yang sering terlihat penampakan buaya yang memangsa manusia.

Halaman
12
Editor: Ayuk Fitri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved