Pemberian Vaksin Tetap Berlanjut meski Nantinya KLB Difteri Dicabut

Per 1 Februari 2018 lalu, Kota Samarinda telah memasuki tahap transisi pemulihan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.

Pemberian Vaksin Tetap Berlanjut meski Nantinya KLB Difteri Dicabut
tribunkaltim.co/nevrianto hardi prasetyo
Pemberian vaksin difteri di Kota Samarinda 

SAMARINDA, TRIBUN - Per 1 Februari 2018 lalu, Kota Samarinda telah memasuki tahap transisi pemulihan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Status KLB Difteri ini sendiri sudah mulai ditetakan sejak tanggal 15 Januari 2018 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Rustam kepada Tribun, Senin (5/2) menuturkan, melihat kondisi yang ada saat ini, status KLB difteri ini diperkirakan sudah bisa dicabut sekitar 2 minggu lagi. "Kalau dalam 2 minggu (ke depan) nggak ada kasus, kita cabut KLB," ujar Rustam.

Rustam juga memastikan bahwa Gerakan Imunisasi Cegah Difteri (GICD)/Outbreak Response Immunization (ORI) dengan pemberian vaksin ke seluruh warga yang menjadi target akan tetap berlanjut. Bahkan setelah status KLB dicabut nantinya. "Jadi walau sudah tidak KBL, tetap kita lanjutkan," ujarnya.

Baca: Orgatrans: Kami Terus akan Mogok, Kalau perlu Sepanjang Februari Ini

Baca: Usai Terima Keluhan Sopir Angkot, Dishub Jaring 10 Driver Online

Seperti diketahui, pasca penetapan KLB Difteri, pemkot Samarinda sudah menyiagakan dana tanggap bencana sebesar Rp.3 miliar. Dan anggaran yang sudah terpakai, kata Rustam, diperkirakan mencapai Rp.400 juta -Rp.500 juta. Anggaran ini antara lain digunakan untuk biaya konsumsi petugas, dan untuk membayar biaya pasien yang bukan peserta BPJS Kesehatan selama menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD AW Syahranie.

"Tanggungan kita kalau nggak ditanggung BPJS Kesehatan," ujarnya.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Kota Samarinda, Deasy Evriyanti menuturkan, berdasarkan Berdasarkan data di Dinkes Kota Samarinda per 30 Januari 2018, total bayi -balita -anak usia di bawah 7 tahun dan siswa yang sudah divaksin mencapai 77.111 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah bayi -balita -anak di bawah usia 7 tahun yang sudah divaksin mencapai sekitar 34 ribu orang, dan siswa sebanyak sekitar 42 ribu orang.

Bersamaan dengan status KLB ini, sebanyak 11 kelurahan dari total 59 kelurahan yang ada di Kota Samarinda sudah ditetapkan menjadi daerah paling rawan menyebarkan difteri. Sebanyak 11 kelurahan ini menjadi prioritas dalam pelaksanaan ORI.

"Sebanyak 7 kelurahan prioritas penanganan telah selesai dilakukan vaksinasi tahap 1," kata Deasy. (dep)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved