Kamis, 16 April 2026

Putri, Korban Longsoran Underpas Soeta Meninggal, Guyonan Putri Jadi Kenyataan

Seolah tahu dirinya akan pergi untuk selamanya, Dianti Diah Ayu Cahyani Putri akrab dipanggil Putri pernah guyon kepada kakaknya

Editor: Sumarsono
Warta Kota/Andika Panduwinata
Tanah longsor terjadi di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta, Senin (5/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Seolah tahu dirinya akan pergi untuk selamanya, Dianti Diah Ayu Cahyani Putri akrab dipanggil Putri pernah guyon kepada kakaknya minta dimakamkan di Kuburan Cipocok Jaya, Serang.

Candaan dua minggu lalu itu menjadi kenyataan. Putri, korban ambruknya tembok underpas Soekarno-Hatta menghembuskan nafas terakhir di RS Mayapada.

Ganda, kakak Putri pun tak menyangka, jika gurauan adik kandungnya itu benar terjadi saat ini. "Yah, saya juga tidak percaya tadinya, pas lihat media sosial yang terkena longsor mobil adik saya, baru tahu," ujarnya.

Baca: Material Longsor di Tanjung Palas Dibersihkan Kendaraan Sudah Bisa Lewat

Cerita senada juga dilontarkan tetangga Putri bernama Hasan yang saat itu mengaku mendengar gurauan tersebut. "Kalau nanti meninggal jangan dimakamin di pemakaman Kebut karena seram, apalagi pemakaman Cengkok disitu banyak yang jahil di pemakaman belakang kantor kecamatan Cipocok saja," cerita Hasan.

Gatot Tjahjono Susanto, ayah Putri mengaku sudah ikhlas anaknya dipanggil Yang Maha Kuasa. Ia juga tidak akan menuntut pihak-pihak yang telah merenggut nyawa anaknya. Gatot hanya meminta pihak kontraktor, PT Waskita Karya mengerjakan infrastruktur dengan baik, sehingga kejadian serupa tak terulang kembali. "Pesan saja sama kontraktor kalau ngebangun yang benar," ujarnya.

Saat proses pemakaman di TPU Ki Ahmad, Kampung Cengkok, Kelurahan Banjar Agung, Cipocok Jaya, Kota Serang, kedua orangtua korban terlihat tegar saat anaknya mulai dimasukkan dalam liang lahat.

Namun, kedua kakaknya, Gandi dan Ganda tak sekuat kedua orangtuanya. Keduanya menangis saat melepas kepergian sang adik untuk selamanya. Putri didiagnosa mengalami syok hipovolemik, yaitu kondisi darurat di mana jantung tidak mampu memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh akibat volume darah yang kurang serta fraktur servikal yakni cedera parah pada tulang belakang servikal. Selain itu, Putri juga mengalami patah tulang paha.

Baca: Tabrak Tunggul Kayu di Sungai Tabur Lestari Nunukan KM Jusmin Karam

Pada pukul 06.00 WIB, Putri pun tiba di IGD RS Mayapada dalam kondisi drop dan keadaan memburuk. Dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) lebih kurang 30 menit dan dinyatakan meninggal Pukul 06.45 WIB.

Putri bersama temannya Mukhmainnah terjebak di dalam mobil karena tertimbun longsoran tanah dan tembok beton bangunan penahan underpass. Awalnya saat kawasan Bandara Soekarno-Hatta diguyur hujan deras pada Senin kemarin sekitar pukul 17.35 WIB mendadak longsoran tanah jatuh mengarah ke underpass.

Putri berhasil diselamatkan Tim Basarnas sekitar pukul 03.00 WIB. Sementara Mukhmainnah yang duduk di kursi penumpang bagian depan berhasil dikeluarkan empat jam kemudian.
Direktur Keuangan GMF Aero Asia Insan Nurcahyo mengatakan Putri Dyah Ayu baru saja diangkat menjadi pegawai tetap perusahaan per 1 Februari 2018. Almarhum dikenal rajin ibadah. Saat kejadian longsor, Putri dalam kondisi puasa sunah. "Rajin, insya Allah sangat saleh. Saat kejadian, dia lagi puasa Senin-Kamis," kata Insan.

Baca: Sang Pembunuh Tiba di Balikpapan, Begini Cara Dia Rampok, Bunuh, dan Tanam Korbannya

Putri bekerja di bagian keuangan sebagai financial analyst. Saat evakuasi, kata Insan, respons Putri masih bagus. Namun, ada luka parah di bagian leher. Usai dievakuasi, Putri dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Kondisinya saat itu lemah dan pucat, tensi darah 90/70. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved