Ternyata Ini Penyebab Speedboat Rejeki Baru Kharisma Terbalik

"Untuk itulah rekomendasi kita meminta Kementerian Perhubungan membuat aturan khusus untuk speedboat".

Ternyata Ini Penyebab Speedboat Rejeki Baru Kharisma Terbalik
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Ketua KNKT, Soerjanto 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Setelah enam bulan kejadian, akhirnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengeluarkan rilis analisa terbaliknya speedboat Rejeki Baru Kharisma yang terjadi pada 25 Juli 2017 di sekitar Pelabuhan Tengkayu Kota Tarakan Provinsi Kaltara.

Dalam analisa KNKT, bahwa muatan yang diletakkan di atas atap ruang penumpang menyebabkan titik berat semakin tinggi, sehingga stabilitas speedboat berkurang.

Indikasi ini terlihat di rekaman video amatir, ketika speedboat Rejeki Baru Kharisma berbelok meninggalkan dermaga pelabuhan sudah miring ke kiri dengan periode olengan yang lambat.

Juragan Rejeki Baru Kharisma menaikkan putaran mesin sampai 3.5000 Rpm, haluan speedboat terangkat naik dari permukaan air (kondisi planning). Pada kondisi planning semakin miring ke kiri, sehingga juragan reflks cikar kanan agar dapat kembali ke posisi semula.

Namun usaha ini tidak berhasil karena Rejeki Baru Kharisma tidak dapat dikontrol, sehinggga muatan dan penumpang yang duduk berhadapan di sisi kanan tergeser ke sisi kiri akibat dari gaya sentrifugal yang diakibatkan refleks cikar kanan oleh juragan speedboat.

Baca juga:

Jadwal Pelaksanaan Piala Gubernur Kaltim Diundur, Ini yang Dirasakan Panitia

Pemkab Nunukan Diharapkan Atasi Kewarganegaraan Ganda Warga Perbatasan

Tampil Kekinian, Klub Asal Kolombia Rilis Jersey Bertabur Emoji, Bidik Milenial?

Kondisi ini menyebabkan bergesernya titik berat ke sisi kiri sehingga speedboat miring ke kiri dan terbalik.

Ketua KNKT, Soerjanto mengungkapkan, muatan atau baran-barang bawaan milik penumpang yang diletakkan di atas atap ruang penumpang, menyebabkan titik berat semakin tinggi, sehingga stablitas speedboat berkurang.

“Meskipun barang tidak melebihi kapasitas, tapi kalau di letakkan di atas atap speedboat, dari sisi kesimbangan keluar dari batasannya,” ucapnya, Kamis (8/2/2018) usai menyampaikan press rilis kepada media cetak dan elektronik di Pelabuhan Tengkayu I.

Menurut Soerjanto, melihat fakta di lapangan inilah, pihaknya mengeluarkan rekomendasi terhadap Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut agar kejadian ini tidak terulang lagi, untuk membuat aturan agar jangan meletakkan barang-barang yang berat di atas atap speedboat.

Tribun pun menanyakan apakah selama ini tidak ada aturan yang memberlakukan penetapan jumlah barang bawaan penumpang, termasuk kapasitas penumpang?

“Sebenarnya ada, cuma belum komperhensif dan tidak dipertajam. Untuk itulah rekomendasi kita meminta Kementerian Perhubungan membuat aturan khusus untuk speedboat, biar aturan lebih jelas,” ujarnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved