KNKT Tuntaskan Penyelidikan Terbaliknya Speedboad di Pelabuhan Tengkayu, Ini Hasil Analisanya

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menganalisa terbaliknya speedboat Rejeki Baru Kharisma yang terbalik pada 25 Juli 2017

KNKT Tuntaskan Penyelidikan Terbaliknya Speedboad di Pelabuhan Tengkayu, Ini Hasil Analisanya
tribunkaltara.co/junisah
Sebuah speedboat reguler SB Rezeki Baru tujuan Tarakan-Tanjung Selor mengalami kecelakaan, Selasa (25/7) pukul 10.00 wita. 

TRIBUNKALTIM.CO - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menganalisa terbaliknya speedboat Rejeki Baru Kharisma yang terbalik pada 25 Juli 2017 di sekitar Pelabuhan Tengkayu Kota
Tarakan  dan speedboat Anugerah Express yang terjadi pada 1 Januari 2018.

Dalam analisa KNKT, salah satu penyebab dari dua kecelakaan speedboat terbalik ini, adalah muatan atau barang yang diletakkan di atas atap speedboat tepatnya di ruang penumpang menyebabkan titik berat semakin
tinggi, sehingga stabilitas speedboat berkurang, ketika speedboat berbelok akhirnya terbalik.

Baca: Orangutan Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak, Kapolda Langsung Perintahkan Lakukan Penyelidikan

Terkait dengan hal ini, Kepala Kantor Syahabandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Tarakan Provinsi Kaltara, Letkol Marinir Abdul Rahman mengungkapkan, untuk kelebihan muatan atau barang yang sering kali di
letakkan di atas atap speedboat, pihaknya akan segera melakukan kooordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara.

“Kita akan segera melaksanakan koordinasi dengan dishub, seperti apa penanganan kelebihan muatan dan barang yang biasanya di letakkan di atas atap. Sebab kalau tiba-tiba kita stop, karena kelebihan barang
mau dikemanakan nanti barang bawaan penumpang. Itulah yang akan kita koordinasikan,” ucapnya, Jumat (9/2/2018).

Baca: Ada Informasi Indikasi Pelanggaran Paslon Pilgub Kaltim, Bawaslu Langsung Himpun Data

Menurut Rahman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Kaltara untuk membahas berat tentang barang yang dibawa penumpangg dan aturan barang yang harus di letakkan di atas atap speedboat, termasuk ukuran
kondisi kapal.

Baca: Deddy Corbuzier Tanggapi Soal Kartu Kuning Jokowi, Zaadit Disebut Mirip Farhat Abbas, Ternyata. . .

Dikatakan Rahman, sampai saat ini belum ada kapal khusus yang mengangkut barang-barang yang selama ini dilakukan speedboat untuk mengangkut barang. Misalnya hasil pertanian dan buah-buahan,mulai dari
kelapa, rambutan,elai dan durian.

“Karena saat ini belum ada kapal khusus, mengangkut barang-barang seperti itu, makanya kita harus koordinasi dengan Dishub dan juga pengusaha yang ada di Kaltara ini. Kalau untuk mengangkut barang sembako sudah ada, tapi kalau barang-barang seperti ini belum ada,” ujarnya.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved