Warga Malaysia Paling Banyak Duduki Top Manajeman Perusahaan Sawit di Berau

pihaknya juga berkala melakukan pengawasan segala bentuk dokumen keimigrasian, seperti Kartu Izin Tinggal Terbatas, paspor hingga

Warga Malaysia Paling Banyak Duduki Top Manajeman Perusahaan Sawit di Berau
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ternyata banyaknya destinasi wisata yang di miliki Kabupaten Berau tidak hanya memberikan pendapatan bagi pemerintah daerah, namun juga memberikan masalah tersendiri.

Banyaknya Warga Negara Asing (WNA) melakukan kunjungan wisata namun memanfaatkannya dengan bekerja sebagai tenaga ahli. Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, terus berupaya melakukan pengawasan terhadap keberadaan WNA di Berau dan Bulungan.

“Karena kantor imigrasi ini membawahi dua kabupaten, Berau dan Bulungan. Jadi pengawasannya harus dilakukan secara ekstra,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb Muhhamad Kacung, Jumat (9/2/2018).

Pihaknya mengaku tidak ingin kecolongan lagi, pada tahun 2017 lalu, Imigrasi berhasil mengamankan dua orang WNA asal Tiongkok yang mengaku sebagai dokter, dan melakukan praktik pengobatan, serta menjual produk obat-obatan tanpa nomor register dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Belajar dari kasus ini, dan melihat rentang wilayah pengawasannya yang luas, Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb menambah personil untuk memperkuat pengawasan terhadap WNA.

Untuk mencegah WNA bekerja tanpa izin di Berau, pihaknya melakukan pengawasan juga memberikan imbauan kepada WNA agar tertib administrasin keimigrasian.

Selain memantau keberadaan orang asing, pihaknya juga berkala melakukan pengawasan segala bentuk dokumen keimigrasian, seperti Kartu Izin Tinggal Terbatas, paspor hingga dokumen izin kerja.

Muhammad Kacung mengatakan, saat ini ada beberapa WNA yang memiliki izn tinggal karena berkaitan dengan pernikahan.“Sedangkan Kartu Izin Tinggal Terbatas, WNA di Berau ini rata-rata enam bulan hingga satu tahun,” jelasnya.

Sementara jumlah WNA yang bekerja di Berau menurut data Kantor Imigrasi, ada 60 orang WNA di tahun 2018 ini. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan 2017 lalu yang hanya 53 orang.

Muhammad Kacung mengatakan, mayoritas WNA di Berau berasal dari Malaysia, rata-rata WNA ini menempati posisi top management di sejumlah perusahaan yang beroperasi di Berau. “Mayoritas bekerja di perusahaan perkebunan sawit,” ujarnya. (gef)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved