Bisnis KPR Berkibar Untuk Semua Tipe Rumah

Hingga akhir tahun 2017, BTN menyalurkan kredit perumahan sekitar Rp 140 triliun (unaudited). Nilai ini naik 20,41% dari tahun sebelumnya.

Bisnis KPR Berkibar Untuk Semua Tipe Rumah
oatawa
Ilustrasi rumah 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Harga properti terus mendaki. Bank Indonesia (BI) dalam survei terbarunya menyebutkan, harga properti residensial pada kuartal IV 2017 lalu meningkat 0,55% dari kuartal sebelumnya.

Secara tahunan, indeks harga properti juga meningkat lebih tinggi. Yakni dari 3,32% di kuartal III 2017 menjadi 3,5% di kuartal IV 2017. Pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe menengah yang naik 0,79% secara kuartalan.

Nah, survei itu pun memperkirakan, harga properti residensial akan naik lagi di kuartal I 2018. Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Budi Satria mengatakan, peningkatan permintaan perumahan tetap akan meningkat tahun ini meski harga properti cenderung naik. "Kami yakin tahun 2018 ini pasar properti lebih baik daripada sebelumnya," ujarnya, Jumat (9/2/2018).

BTN menargetkan pertumbuhan KPR subsidi sebesar 19% secara tahunan menjadi Rp 25 triliun pada tahun ini. Sedangkan KPR non subsidi targetnya tumbuh 28% menjadi Rp 21 triliun.

Beberapa strategi untuk menyerap pasar KPR yang dilakukan BTN antara lain lewat produk KPR Zero. "KPR Zero memberikan keringanan untuk debitur, debitur hanya membayar cicilan bunga saja untuk 2 tahun pertama (grace period pokok)," kata Budi.

Untuk KPR jenis ini, KPR Zero BTN menyasar segmen masyarakat menengah. Khususnya masyarakat berpenghasilan tetap. Saat ini, bunga KPR BTN untuk segmen ini dipatok 8% fixed 3 tahun dan sebesar 9% fixed 5 tahun.

Hingga akhir tahun 2017, BTN menyalurkan kredit perumahan sekitar Rp 140 triliun (unaudited). Nilai ini naik 20,41% dari tahun sebelumnya.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga menyebutkan pertumbuhan kredit perumahan cukup stabil. Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, realisasi KPR tahun lalu menembus Rp 79 triliun. Jumlah itu tumbuh 23% dari tahun 2016.

EVP Konsumer BCA Felicia Mathilda Simon menambahkan, tahun ini pihaknya berharap pertumbuhan kredit perumahan bakal lebih deras dibanding tahun lalu. Secara konservatif, BCA memasang target pertumbuhan KPR sebesar 8%-9%.

Untuk mendongkrak bisnis KPR, BCA juga sudah memiliki sejumlah strategi. Terbaru, bank swasta terbesar ini mengeluarkan promo KPR dengan bunga 5,61% fixed selama 2 tahun dengan batas atas bunga (cap) 6,61%. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved