Pasien Bertambah, Wabah Difteri Masih 'Hantui' Warga Balikpapan

penyebab wabah difeteri ini karena pasien yang terinfeksi tidak memiliki vaksin yang lengkap, atau tidak pernah vaksin sama sekali.

Pasien Bertambah, Wabah Difteri Masih 'Hantui'  Warga Balikpapan
Ilustrasi - Penyakit difteri yang menyerang anak-anak. 

TRIBUNKALTIM.CO - Wabah penyakit difteri makin hari makin meningkat. Setelah dicanangkan Per 2 Januari 2018 lalu Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di Balikpapan, kini meningkat menjadi 22 kasus, yang awal Februari masih 17 kasus.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan saat ditemui di kantor walikota, Senin (12/2/2018).

Sementara untuk postif difteri ada tiga orang yang merupakan warga Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat. 

"Pada dasarnya baik warga Balikpapan manapun sama-sama bisa terjangkit wabah. Oleh pentingnya vaksin dari usia dini," kata Balerina.

Baca: Sebelum Pukulkan Palu ke Kepala , Edy Sempat Mijat Korban

Menurutnya, kalau yang positif mikroskopis itu memang tersebar di semua kecamatan. Vaksin pun terus dilakukan secara bertahap.

Terutama para siswa-siswi sekolah dilakukan vaksin merata tidak hanya di wilayah tertentu. 

 Vaksinasi dilakukan dari arah Timur Balikpapan merata hingga ke Balikpapan Barat.

Hal ini berkaca pada kasus positif culture yang ada. Vaksin diberikan langsung dari Kementerian Kesehatan, dan untuk penanggulangan KLB sendiri DKK menggeluarkan sebanyak Rp 6 Miliar anggaran.

Baca: Lagi di Amerika, Iqbaal Ingin Segera Bertemu Vanesha: Lea Jangan Sakit Sampai Bertemu, I Miss You

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved