Lukisan Grafiti Dihapus Karena Dijadikan Apartemen, Seniman Terima Ganti Rugi Rp 92 Miliar

Pemberian ganti rugi tersebut berdasarkan undang-undang federal AS, Hak Artis Visual yang menyebut setiap karya seni harus dilindungi

Pusat seni grafiti di Long Island, New York, ini bakal disulap menjadi dua gedung apartemen dengan harga terjangkau.(5ptz.com) 

TRIBUNKALTIM.CO, NEW YORK - Pengadilan New York memutuskan pemberian ganti rugi sebesar 6,75 juta dolar AS (sekitar Rp 92 miliar) kepada 21 seniman grafiti yang karyanya dihapus dengan cat putih oleh pengembang pada 2013 lalu.

Hakim Frederic Block memutuskan pemberian ganti rugi maksimal kepada 21 seniman grafiti dengan masing-masing mendapat 150.000 dolar (sekitar Rp 2 miliar) setelah 45 karya grafiti mereka dihapus oleh pengembang di 5Pointz, Queens.

Pemberian ganti rugi tersebut berdasarkan undang-undang federal AS, Hak Artis Visual yang menyebut setiap karya seni harus dilindungi setelah dinilai bernilai tinggi.

Selama 20 tahun, pengembang Jerry Wolkoff telah mengajak para seniman grafiti untuk menampilkan karya mereka di sebuah gedung kompleks industri hingga mengubahnya menjadi sebuah museum karya aerosol terbuka terbesar di dunia.

Namun kemudian, pada 2013, dia memutuskan untuk menutup karya grafiti itu dengan cat putih sebelum kemudian menghancurkan gedung tersebut setahun kemudian. Langkah tersebut untuk membangun jalan menuju sebuah kompleks perumahan mewah yang akan dibangun.

Atas keputusan itu, 21 seniman dari 5Pointz mengajukan tuntutan ganti rugi karena merasa tidak diberi kesempatan untuk menyelamatkan karya mereka.

Para juri pengadilan telah memutuskan pihak pengembang melanggar hukum dan menilai 45 karya grafiti yang dihapuskan bernilai tinggi.

"Jika saja pihak pengembang mau peduli dan menunggu hingga izin penghancuran keluar, pengadilan tidak akan melihat dia bertindak secara sengaja," tulis keputusan hakim.

"Yang disayangkan di sini adalah karena lokasi 5Pointz yang telah menjadi daya tarik wisata," lanjut hakim dilansir AFP.

Sebelumnya, penggemar seni mural di seluruh penjuru dunia bakal kehilangan surganya, 5 Pointz Aerosol Art Center, Long Island, New York. Pasalnya, Presiden Queens Borough, Helen Marshall telah menyetujui rencana pengembang David Wolkoff untuk membangun dua kompleks apartemen di situs grafiti paling tenar itu. 

Sepasang apartemen dengan ketinggian 41 dan 47 lantai tersebut akan menggantikan eksistensi 5 Pointz. Rancangan baru atas situs tersebut meliputi 1.000 unit unit apartemen yang dilengkapi ruang terbuka publik seluas 1.900 meter persegi, ruang komersial ritel (2.300 meter persegi), dan 2.800 meter persegi untuk ruang terbuka hijau (taman).

Fasilitas yang bakal disediakan adalah kolam renang dalam ruang, gym, sebuah galeri seni dan   dinding mural setinggi 61 meter untuk mengapresiasi situs "warisan grafiti".

Proposal David Wolkoff ini sempat ditolak Dewan Masyarakat New York. Pasalnya, 5 Pointz merupakan ruang ekspresi yang dimanfaatkan secara murah dan mudah oleh publik. 5 Pointz yang awalnya merupakan kompleks pergudangan kumuh itu menjadi lebih berwarna sejak didapuk sebagai "graffitti mecca" oleh beberapa seniman mural dunia.

Atas desakan dan masukan dari masyarakat setempat, pengembang kemudian merevisi rancangannya. Termasuk 75 unit apartemen dengan harga terjangkau dan mengalokasikan 930 meter persegi untuk ruang studio seni.

5Pointz Aerosol Art Center, adalah ruang pamer seni terbuka. Tempat ini merupakan surganya seni grafiti, di mana seniman aerosol dari seluruh dunia menyumbang karya "cat warna-warni" di sebidang dinding pabrik (di kawasan industri seluas 200 ribu kaki persegi).

Nama 5Pointz menandakan lima wilayah yang disatukan oleh kesamaan kepentingan yakni karya seni aerosol. Karena reputasinya sebagai pusat seni grafiti terkemuka, menyatukan berbagai seniman grafiti di seluruh dunia. Seniman-seniman legendaris asal Kanada, Swiss, Belanda, Jepang, Brasil, dan di seluruh Amerika Serikat telah melukis dinding-dinding bangunan, termasuk Stay High 149, 168 Tracy, Cope2, Part, dan Tats Cru.

Selama satu dekade terakhir, kawasan pergudangan ini telah menarik beberapa pekerja seni beraliran hip-hop dan R & B, termasuk Doug E. Segar, Kurtis Blow, Grandmaster Kaz, Mobb Deep Rahzel, DJ JS-1, Boot Camp Clik, Joan Jett , dan Joss Stone.

Pada hari tertentu, pengunjung 5Pointz dapat bertemu dengan seniman terkemuka, musisi, DJ, rapper (rapper), dan B-boys (penari istirahat). Selain mereka, ada juga pembuat film, fotografer, dan pengagum graffitti dari seluruh dunia yang disuguhi pemandangan lebih dari 350 mural technicolor.

[Agni Vidya Perdana/Hilda B Alexander, Kompas.com]

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved