Belajar dari Kematian Orangutan, Sekda Kutim Ingatkan Hal ini

Mengingat orangutan yang mati tersebut merupakan species murio yang dilindungi dan hampir punah.

Tribun Kaltim/Margaret Sarita
Rilis penembakan orangutan di Kutai Timur 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Peristiwa matinya orangutan dengan 130 peluru yang bersarang di tubuhnya di kawasan TNK Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur menyita perhatian banyak kalangan, bahkan dunia.

Mengingat orangutan yang mati tersebut merupakan species murio yang dilindungi dan hampir punah. Karena hanya hidup di hutan Kalimantan dan Sabah.

Di kawasan TNK Kutim, terdeteksi hanya berjumlah 1.937 individu.

Baca: Aduduh. . . Kelakuan Dhawiyah di Rumah Terbongkar, Ternyata Sering Buat Elvy Sukaesih Nangis

"Jangan sampai terulang. Diharapkan aparat terkait melakukan sosialisasi mengenai masalah ini. Ini merupakan suatu kerugian bagi masyarakat. Karena hewan tersebut dilindungi oleh negara. Sehingga tindakan yang semena-mena akan tersangkut masalah hukum," kata Sekda Irawansyah yang ikut merilis pengungkapan kasus orang utan.

Di tempat yang sama, Kepala Balai TN, Nur Patria K mengatakan orangutan jenis binatang dilindungi di seluruh dunia.

"Peristiwa ini merupakan kali kedua. Sebelumnya terjadi tahun 2016 yang sampai hari ini belum terungkap," ujar Nur.

Baca: 3 Motor Warga Balikpapan Dibakar Orang tak Dikenal, Begini Kronologisnya

Ke depan, untuk menjaga habitat orangutan, Balai TNK akan bekerja sama dengan kepolisian dan Pemda Kutim terkait dengan penguasaan lahan di TNK pasca enclave tapi belum ditata batas.

"Kita akan buat program penanaman tumbuhan yang jenis khusus, yang merupkan pakan orang utan dan sarang orang utan," kata Nur.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved