Tersangka Penembak Orangutan Mengaku Menyesal

"Kita melakukan olah TKP berulang-ulang dan meminta keterangan pada 19 orang saksi. Semua dilakukan dengan sangat teliti"

TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Tersangka pembunuhan orangutan di Polres Kutim 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Muis, salah satu tersangka kasus penembakan orang utan di kawasan TNK Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur mengaku menyesal dengan apa yang dilakukannya.

Ungkapan itu dilontarkan saat ditanyai awak media usai jumpa pers di Polres Kutim, Sabtu (17/2).

Muis mengatakan dirinya tidak tahu kalau orangutan merupakan hewan dilindungi dan dilarang untuk melukai apalagi membunuh.

"Saya sangat menyesal. Benar-benar menyesal. Tidak tahu kalau tidak boleh membunuh orangutan," ungkap Muis.

Baca juga:

Luis Milla Panggil Kiper Borneo FC Masuk TC Timnas Indonesia

Lima Nelayan Filipina Ditempatkan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Tarakan

Permohonan Informasi Lingkungan Tak Direspon, Lalingka Ajukan Keberatan

Ia juga meminta agar mendapat hukuman seringan-ringannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Seperti diketahui, peristiwa matinya orangutan dengan 130 luka tembak menggemparkan semua kalangan. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga internasional.

Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan.

"Kita melakukan olah TKP berulang-ulang dan meminta keterangan pada 19 orang saksi. Semua dilakukan dengan sangat teliti, hingga akhirnya meningkatkan status saksi pada tersangka Muis dan empat kerabatnya, dari saksi menjadi tersangka," ungkap Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved