Edisi Cetak Tribun Kaltim

Orangutan Tewas dengan 130 Peluru, Pelaku Akui Perbuatannya, Ini Alasan Mereka Tega Melakukannya

"Saya sangat menyesal. Benar‑benar menyesal. Tidak tahu kalau tidak boleh membunuh orangutan," ungkap Muis.

TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Tersangka pembunuhan orangutan di Polres Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kasus penembakan orangutan di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur awal Ferbuari lalu akhirnya terungkap.

Empat tersangka yang tak lain pemilik kebun di sekitar kawasan TNK langsung ditahan. Mereka adalah Muis (36), Andi (37), Nasir dan Rustam (37).

Muis (36), salah satu tersangka kasus penembakan orangutan di kawasan TNK, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur mengaku menyesal dengan apa yang dilakukannya.

Ungkapan itu dilontarkan saat ditanyai awak media usai jumpa pers di Polres Kutim, Sabtu (17/2/2018).

Muis mengatakan dirinya tidak tahu kalau orangutan merupakan hewan dilindungi dan dilarang untuk melukai apalagi membunuh.

Baca: Pesta Tiga Gol Tanpa Balas, Ini Dua Pemain yang Jadi Kunci Kemenangan Persija atas Bali United

Baca: Terlihat Mewah, Rumah Berlapis Emas Milik Roro Fitria Ternyata Bertetangga dengan Kandang Ayam

"Saya sangat menyesal. Benar‑benar menyesal. Tidak tahu kalau tidak boleh membunuh orangutan," ungkap Muis.

Ia juga meminta agar mendapat hukuman seringan‑ringannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. 

Seperti diketahui, peristiwa matinya orangutan dengan 130 luka tembak menggemparkan semua kalangan. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga internasional.

Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved