Sikapi Penembakan di Florida, Donald Trump Salahkan FBI karena Tidak Berbuat Banyak

Penyelidikan yang dipimpin oleh jaksa khusus Robert Mueller, sejauh ini telah menyapu empat anggota kampanye Trump.

Sikapi Penembakan di Florida, Donald Trump Salahkan FBI karena Tidak Berbuat Banyak
Presiden AS Donald Trump saat marah 

TRIBUNKALTIM.CO - Donald Trump menuduh FBI kehilangan peran pentingnya terkait penembakan di sekolah Florida karena dianggap terlalu menghabiskan banyak waktu untuk menyelidiki dugaan hubungan Rusia dengan kampanyenya.

Dilansir TribunWow.com dari Metro.co.uk pada Minggu (18/2/2018), FBI sendiri telah mengakui bahwa pihaknya gagal untuk menyelidiki berkas yang diterima tentang Nikolas Cruz bulan lalu.

Meski diberitahu bahwa anak berusia 19 tahun itu memiliki keinginan untuk membunuh dan akses terhadap senjata api, agen FBI gagal menindaklanjutinya.

Trump, yang telah menghabiskan waktu untuk menjenguk anak-anak yang terluka dalam penembakan tersebut memberikan tanggapan di akun Twitter pribadinya dan menyalahkan FBI.

Baca juga:

Terombang-ambing Lima Hari di Lautan, Kedatangan Zakaria dan Martin Disambut Isak Tangis Keluarga

Persija Juara Piala Presiden 2018, Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas Tepis Prediksi Bang Pon

Warga Tantang Pasangan Calon Bisa Menjamin Jaringan Internet Tak Lelet Lagi

Donald Trump
Donald Trump (Metro)

"Sangat menyedihkan bahwa FBI kehilangan semua banyak tanda yang dikirim oleh penembak sekolah Florida. Ini tidak bisa diterima. Mereka menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membuktikan kolusi Rusie dengan kampanye Trump - tidak ada kolusi. Kembali ke awal dan buat kita semua bangga!" kicau Trump.

Sebuah perayaan untuk 17 orang yang meninggal dalam penembakan Florida
Sebuah perayaan untuk 17 orang yang meninggal dalam penembakan Florida (Metro)

Diketahui, Trump secara teratur mengkritik FBI karena agen tersebut menyelidiki tim kampanyenya mengenai dugaan terkait dengan campur tangan Rusia menjelang pemilihan tahun 2016.

Penyelidikan yang dipimpin oleh jaksa khusus Robert Mueller, sejauh ini telah menyapu empat anggota kampanye Trump dengan dua orang setuju untuk bekerja bagi Mueller berdasarkan kesepakatan pembelaan.

Pada hari Kamis, Mueller mendakwa 13 orang Rusia karena diduga menjalankan sebuah kampanye rahasia untuk memiringkan pemungutan suara.

Namun, tidak menuduh orang-orang Amerika yang secara sadar berpartisipasi dalam usaha tersebut. (TribunWow)

Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved