Warga Samarinda Mulai Familiar dengan Food Truck, Pedagang minta Diadakan Tempat Berjualan

Pesta Wirausaha 2018 memeriahkan hari Jadi Kota Samarinda ke-350 tahun dan Pemkot ke-tahun 2018 akhirnya resmi ditutup, Minggu (18/2).

Warga Samarinda Mulai Familiar dengan Food Truck, Pedagang minta Diadakan Tempat Berjualan
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Ilustrasi Food Truck 

SAMARINDA, TRIBUN - Pesta Wirausaha 2018 yang digelar dalam rangka memeriahkan hari Jadi Kota Samarinda ke-350 tahun dan Pemkot ke-tahun 2018 akhirnya resmi ditutup, Minggu (18/2). Selama seminggu, ratusan wirausaha, dari Kota Samarinda dan sekitarnya berlomba-lomba memperkenalkan produk-produknya.

Secara umum, jenis produk khususnya makanan yang dijajakan relatif sama. Hanya saja, beberapa wirausaha memberikan sedikit modifikasi dan nama-nama unik, seperti Kentang Tornado, Mie Neraka, Geprek Jalan-Jalan dan nama lainnya.

Adapun jumlah stan yang tergabung pada PRS dan PW 2018 kali ini berjumlah sebanyak 125 buah. Untuk stan outdoor sebanyak 97 buah dan stan indoor sebanyak 28 buah.

Baca: Asyik Bandara Samarinda Baru Diperkirakan bisa Beroperasi saat Lebaran

Stan outdoor diisi oleh pedagang makanan, aksesoris, fashion dan otomotif. Sedangkan indoor diisi oleh Perbankan, Instansi pemerintah, Pendidikan. Salah satu titik yang paling ramai didatangi pengunjung adalah kumpulan food truk.

Dalam PRS ini, sedikitnya ada 5 food truck yang ikut berpartisipasi. Makanan yang dijajakan juga cukup beragam, mulai dari pizza, kebab, burger, ayam goreng, mie goreng serta aneka minuman lainnya. Yang unik, pembuatan makanan dan minuman hingga siap disajikan dilakukan di dalam truk.

Baca: Ekonomi Hijau jadi Topik Para Kandidat Cagub Kaltim, Ini Tanggapan Kelompok Tani

Arbansyah, pemilik food truk Geprek Jalan-Jalan mengungkapkan, ide awal membuat food truck berasal dari searching di google seputar cara-cara berjualan saat ini. Dari sekian banyak pilihan yang tersaji, konsep food truck menurutnya yang paling pas.

Alasan utamanya, food truck sangat praktis. Ketika ingin berjualan, tak perlu memikirkan biaya sewa tempat. Modal yang harus dikeluarkan ketika memulai usaha yakni Rp.15 juta untuk membeli mobil dan Rp.20 juta untuk modifikasi.

"Dan bisa berpindah-pindah ke mana saja. Misalnya ada acara di Sempaja nih, kita langsung on the way ke sana," ujar pria yang sudah hampir 1 tahun belakangan terjun ke food truck ini.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved