Satu Pasien Kembali Jadi Suspect, Status KLB Difteri Belum Bisa Dicabut

Saat ini Dinas Kesehatan Kota Samarinda masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari suspect yang bersangkutan.

Satu Pasien Kembali Jadi Suspect, Status KLB Difteri Belum Bisa Dicabut
tribun kaltim/christoper desmawangga
Ur Dokes Polresta Samarinda memberikan antibiotik ke seluruh tahanan, guna antisipasi tertular difteri, Kamis (18/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Satu warga Kota Samarinda kembali dirawat karena dicurigai terjangkit (suspect) wabah difteri

Rencana awalnya, jika memang sudah tidak ada warga yang dirawat karena difteri, maka status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Kota Samarinda, yang sudah ditetapkan sejak 15 Januari 2018 lalu dicabut minggu ini. 

Namun dengan adanya temuan baru, maka mau tak mau status KLB difteri akan diperpanjang.

Saat ini Dinas Kesehatan Kota Samarinda masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari suspect yang bersangkutan.

"Minggu lalu ada lagi warga yang menjadi suspect. Jadi belum bisa kita cabut KLB-nya," ujar Rustam, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda ketika di temui di rumah jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, Senin (19/2/2018).

Baca juga:

Convention Hall dan Hotel Atlet Bakal Terhubung Jembatan

Wah, Rahmad Mas'ud Ditunjuk Jadi Juru Kampanye Paslon Pesaing Adiknya

Jelang PGK, Presiden Borneo FC Isyaratkan Tak Ada Lagi Pertandingan Ujicoba untuk Timnya

Dan jika memang dinyatakan positif terjangkit difteri, jelas Rustam, sama seperti kasus-kasus sebelumnya, pihaknya akan kembali menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) dengan pemberian vaksin kepada seluruh tetangga yang tinggal di sekitar suspect. 

"Ya kalau memang positif, kita akan ORI lagi," katanya.

Rustam menuturkan, anggaran yang sudah disiapkan Pemkot Samarinda sejak penetapan status KLB difteri tersebut sebesar Rp.500 juta.

Anggaran ini digunakan antara lain untuk biaya konsumsi petugas di lapangan, pemusnahan sampah medis, dan biaya pengobatan pasien yang tidak menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Kalau Rp 500 juta ini nggak habis, ya kita kembalikan," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved