Jumat, 17 April 2026

Jasad Korban Bocah Tenggelam Ditemukan Sekitar Drainase Depan Puskib

Proses pencarian korban sempat dikerumuni masyarakat. Banyak warga yang melihat. Kondisi air coklat dan sedikit meluap

Penulis: Budi Susilo |
ISTIMEWA
Tim SAR Gabungan bersama BNPP Kota Balikpapan temukan jasad bocah Muhammad Iqbal di kawasan sungai Lahan Puskib Balikpapan pada Rabu (21/2/2018) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Nasib bocah 12 tahun yang tercebur di selokan Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Karang Rejo, Kota Balikpapan dinyatakan sudah tidak bisa lagi diselamatkan, Rabu (21/2/2018) malam sekitar pukul 21.31 Wita.

Hal ini terungkap saat tim pencarian korban Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kota Balikpapan bersama elemen masyarakat lainnya, menemukan dalam kondisi yang sangat tidak diharapkan.

Korban atas nama Muhammad Iqbal dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam di genangan luapan air hujan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Operasional BNPP Balikpapan, Octavianto, menjelaskan, kejadian peristiwa berlangsung sekitar siang menjelang sore.

Saksi yang melihat, awalnya korban bermain air mandi hujan yang secara kebetulan berdekatan dengan saluran air yang lumayan lebar. Tak disangka korban terjungkal dan masuk ke saluran air hingga akhirnya hilang.

"Kami terus lakukan pencarian hingga malam. Pas mau tengah malam, jasad korban kami temukan," ujarnya.

Proses pencarian korban sempat dikerumuni masyarakat. Banyak warga yang melihat. Kondisi air coklat dan sedikit meluap, dianggap tantangan yang sedikit menghambat proses pencarian.

Penemuan jasad korban secara persis berada di area komplek lahan Puskib, Jalan Ahmad Yani, Kota Balikpapan. Diperkirakan jarak dari lokasi kejadian di Gunung Kawi ke lahan Puskib kurang lebih sekitar tiga kilometer.

"Proses pencarian yang kami terjunkan pasukan ke dalam air sungai banyak tantangan. Arus air deras, dingin, banyak sampah yang bisa membahayakan tim," ungkapnya.

Namun sayang, upaya pencarian yang ditantang arus air yang cepat deras, hanya membuahkan hasil temukan tubuh Iqbal yang sudah tidak lagi berdaya.

Urat nadi bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar ini sudah terhenti. Iqbal sudah berjam-jam terjebak dalam gulungan arus luapan air coklat karena hujan yang turun sangat lebat.

"Korban meninggal dunia tenggelam di air. Di bawa arus air, terseret air yang mengalir deras," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved