Kisah Isran Noor Hadapi Gugatan Churchill Rp 26, 8 Triliun, Sempat tak Bisa Tidur

TEPAT dua tahun lalu, gugatan besar Rp 26, 8 triliun berhasil dimenangkan Indonesia atas perusahaan asing, Churchill Minin

Kisah Isran Noor Hadapi Gugatan Churchill Rp 26, 8 Triliun, Sempat tak Bisa Tidur
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Cagub Kaltim Isran Noor mengobrol santai dengan Sultan Kutai Aji Muhammad Salehuddin II di kediaman Sultan, Selasa (30/1/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO - TEPAT dua tahun lalu, tahun 2016, gugatan besar senilai Rp 26, 8 triliun berhasil dimenangkan Indonesia atas perusahaan asing, Churchill Mining. Angka Rp 26, 8 triliun sendiri bukanlah kecil. Itu sebanding 3 kali besaran APBD Kaltim 2018.

Bisa untuk membayar 7 kali transfer pemain sepakbola top dunia Neymar ke PSG (Neymar pindah ke PSG dihargai Rp 3,5 triliun).

Diketahui, Churchill menggugat Pemkab Kutai Timur dan Pemerintah Indonesia US$ 2 miliar pada 22 Mei 2012 lewat ICSID (International Center for the Settlement of Investment Disputers), Lembaga Arbitrase Sengketa Investasi Internasional. Churchill merasa dirugikan US$1,8 miliar karena izin usaha tambangnya dicabut Bupati Kutim saat itu.

Baca: Pemekaran Kabupaten Kutai Pesisir Kembali Mengemuka, Ini Pendapat Keempat Paslon Pilgub Kaltim

Adalah Isran Noor, mantan Bupati Kutim, yang saat itu menjabat Ketua Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten se Indonesia) turut andil memenangkan gugatan tersebut. Jika saja kalah, otomatis akan membuat malu namanya sendiri, sekaligus nama Presiden RI saat itu, SBY.

"Ini yang menjadi pelajaran. Kejadian di sebuah kabupaten, tergugat pertamanya ya Presiden. Kalau kita kalah, itu luar biasa implikasinya. Saya berharap menang," ujar SBY.

Beruntung, Indonesia akhirnya menang. Dalam amar putusan yang tebalnya mencapai 200 halaman disebutkan tiga hal. Pertama, tribunal menilai gugatan yang diajukan Churchill tidak masuk akal. Dan karena itu ditolak.

Kedua, sebagai konsekuensi atas ditolaknya gugatan itu, Churchill diwajibkan membayar biaya perkara dan seluruh biaya yang timbul atas dilaksanakannya sidang-sidang ICSID.

Ketiga, Churchill wajib membayar ke responden (pemerintah Indonesia) sebesar US$8 646.526 atau sekitar Rp 115,86 miliar (kurs Rp 13.400). Keputusan tribunal ini bersifat mengikat dan final. Tak ada lagi upaya lain untuk banding.

Baca: Pedagang Senang Dapat Langsung Pulang ke Rumah, Syaharie Jaang Borong Bakpaonya

Halaman
123
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved