Breaking News:

Logistik Menipis, Didrop dari Helikopter Malah Jatuh di Wilayah Malaysia

“Makanya mereka takut ambil logistik. Kebetulan gilirannya saat itu tidak ada heli Malaysia,” ujarnya.

Penulis: Niko Ruru | Editor: Kholish Chered
HO
Suplai logistik melalui helikopter kepada Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung saat melakukan patroli di blank post area. 

“Satu setengah jam kemudian, mereka sudah dapat logistiknya. Tetapi disampaikan ada 7. Saya bilang kurang itu, ada 8 semuanya. Karena saya bekali kapak supaya mereka leluasa membuat helipad untuk operasi berikutnya. Setelah ketemu, mereka kembali ke Patok C141,” ujarnya.Tim Pencari dan Penjelajah dibentuk Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri  621/Manuntung untuk memastikan keberadaan patok- patok perbatasan di blank post area.

Rio Neswan mengatakan, tim tersebut melaksanakan misi untuk menembus kawasan yang selama ini belum terjamah Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI- Malaysia sebelumnya.

Pasukan penjelajah menjalankan misi sejak 15 Januari 2018 hingga 14 Februari 2018.

 "Danpos Lumbis SSK IV Lettu Inf Untung Hermanto dengan pendamping Patop Satgas Kapten Ctp Ari Wahana beserta 7 anggota berhasil melaksanakan patroli patok sesuai sektornya. Termasuk di wilayah blank post area yang sudah 41 tahun tidak dipatroli dari patok C 002 sampai C 481 dalam keadaan aman," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved