4 Hari Terombang-ambing di Laut, Denton Dikira Sudah Meninggal Oleh Istrinya

Saya sudah beritahu istri saya, kalau saya dan kami semua disini baik-baik saja. Istri saya senang sekali

4 Hari Terombang-ambing di Laut, Denton Dikira Sudah Meninggal Oleh Istrinya
Tribun Kaltim/Junisah
Denton (baju kaos merah) bersama empat nelayan Filipina berada di ruangan detensi yang ada di Kantor Imigrasi Kota Tarakan, Kamis (22/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Lima nelayan Filipina yang diselamatkan TB Kei Trans 29 setelah empat hari terombang-ambing di Perairan Laut Sulewesi Indonesia kini berada di ruang detensi Kantor Imigrasi Kota Tarakan.

Dari lima nelayan ini, hanya Denton yang bisa berbahasa Indonesia. Saat dikunjungi Tribun di ruang detensi Kantor Imigrasi, Kamis (22/2/2018) tampak Deton yang menggunakan kaos merah bersama 4 rekannya sedang duduk di lantai sambil membaca yasin dan ada pula yang sedang ngobrol dan tidur.

Baca: KLB Difteri di Balikpapan Belum Bisa Dicabut, Begini Alasannya

Selama di ruang detensi Kantor Imigrasi Kota Tarakan, Deton dan 4 rekannya tidak hanya makan dan minum, namun sesekali juga keluar untuk beribadah di musolah kantor Imigrasi Kota Tarakan.

“Jadi disini makan, minum, mandi, tidur dan beribadah,” ujarnya.

Denton mengaku, selama di Imigrasi ia mendapatkan perlakukan yang baik dari petugas Imigrasi Tarakan Mulai dari makan, minum, perlengkapan mandi hingga surat yasin yang mereka baca pun diberikan secara gratis
oleh petugas Imigrasi.

Baca: KLB Difteri di Balikpapan Belum Bisa Dicabut, Begini Alasannya

“Selama disini kami baik-baik saja, petugasnya juga baik memperlakukan kami,” katanya.

Denton mengatakan, selama di Tarakan ia telah telepon istrinya dengan menggunakan handphone yang ia miliki. Ia telah memberikan kabar kepada istrinya, bahwa ia bersama 4 rekannya baik-baik saja di Tarakan, sambil menunggu sejumlah dokumen dari konsulat Filipina untuk dapat kembali ke daerah Tawi-Tawi di Filipina.

“Saya sudah beritahu istri saya, kalau saya dan kami semua disini baik-baik saja. Istri saya senang sekali menerima telepon saya sampai menangis. Dikira istri saya kami semua ini sudah meninggal dunia,
karena tidak ada kabarnya,” ucapnya.

Baca: Hajatan Besar, Segini Jumlah Petugas yang Disiapkan Untuk Amankan Piala Gubernur Kaltim

Denton pun mengaku, selama di Tarakan ia sempat mengalami sakit perut dua kali, namun kini kondisinya sudah membaik. “Sudah diobati, ke rumah sakit jadi tidak lagi sakit perut,” katanya sambil tersenyum

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved