Nelayan Asal Filipina yang Ditemukan Terombang-ambing di Laut Masih Belum Bisa Dipulangkan

Sudah seminggu ini lima nelayan asal Filipina yang ditemukan terombang-ambing selama empat hari di perairan laut Sulewesi

Nelayan Asal Filipina yang Ditemukan Terombang-ambing di Laut Masih Belum Bisa Dipulangkan
Tribun Kaltim/Junisah
Denton (baju kaos merah) bersama empat nelayan Filipina berada di ruangan detensi yang ada di Kantor Imigrasi Kota Tarakan, Kamis (22/2/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Sudah seminggu ini lima nelayan asal Filipina yang ditemukan terombang-ambing selama empat hari di perairan laut Sulewesi akibat mesin kapal dompengnya mati, berada di ruang detensi Kantor Imigrasi Kota Tarakan.

Pantuan Tribun, Kamis (22/2/2018), lima nelayan Filipina ini masing-masing Denton, Asraf , Saman, Bunsan dan Kids berada di ruang detensi, mereka ada yang sedang tidur, ngobrol hingga membaca surat yasin yang diberikan petugas Imigrasi Kantor Tarakan.

Terkait pemulangan lima nelayan Filipina ke negara asalnya ini, Kepala Seksi Informasi dan Sarana Keimigrasian Kantor Imigrasi Kota Tarakan, Fuad Azhari mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan konsulat Filipina di Manado.

Baca: Geger, Remaja Ini Bertelur Bak Ayam, Dokter Mendiagnosa Corpus Alienium, Ini Penjelasannya

“Sampai saat ini kami masih koordinasi dengan konsulat Filipina di Manado dan menunggu informasinya. Jadi kami belum dapat memastikan kapan mereka dipulangkan,” ucap Fuad di ruang kerjanya di Kantor Imigrasi Kota Tarakan.

Fuad mengatakan, pihaknya memberikan batas waktu lima nelayan Filipina di ruang detensi Kantor Imigrasi Kota Tarakan hanya selama 30 hari.

Apabila sampai 25 hari, travel dokumen dari konsulat Filipina di Manado belum ada, kemungkinan lima nelayan Filipina ini dikirim ke rumah detensi di Manado.

Baca: Resmi Bercerai dari Indadari, Kini Caesar Sudah Mulai Pamer Foto Berduaan dengan Sosok Wanita Ini

“Kita kirim ke rumah detensi di Manado biar lebih dekat dengan konsulat Filipina di Manado. Untuk biaya pengiriman mereka dari Tarakan ke Manado biayanya ditanggung Imigrasi Tarakan. Kalau nanti sudah kita sudah serahkan ke rumah detensi di Manado, biaya pemulangan mereka ke negaranya yah dibiayai oleh konsulat Filipina,” ujarnya.

Diakui Fuad, selama di ruang detensi, lima nelayan Filipina ini boleh melakukan aktivitas ibadah di musolah yang ada di Kantor Imigrasi Kota Tarakan. Tak hanya itu, para nelayan Filipina ini juga diberikan makan dan minum, termasuk surat yasin yang dibaca oleh para nelayan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved