Kamis, 4 Juni 2026

Piala Gubernur Kaltim

Defender Senior Ini Memandang Sistem Pertandingan Piala Gubernur Kaltim Bahayakan Pemain

Pemain berdarah Ambon tersebut menilai sistem pertandingan PGK bisa membahayakan pemain.

Tayang:
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Pemain Borneo FC Abdul Rahman (nomer 17 oranye) tampak dilerai rekan rekan saat kericuhan berkelahi dengan pemain Sriwijaya FC, Marckho Sandi Merauje pada pertandingan Semifinal Piala Gubernur Kaltim (PGK) di Stadion Utama Palaran Samarinda Kalimantan7 Timur, Jumat( 2/3/ 2018).Kedua pemain dikartu merah wasit diujung babak pertama saat keunggulan Borneo FC 1-0. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pelaksanaan kompetisi pramusim Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 mendapat kritikan tajam dari bek senior Borneo FC Leonard Tupamahu.

Pemain berdarah Ambon tersebut menilai sistem pertandingan PGK bisa membahayakan pemain.

Leo sapaan akrab Leonard Tupamahu menuding bahwa mepetnya jadwal dan serta sistem di semifinal yang memainkan babak tambahan sangat melelahkan bagi pemain.

Bahkan mantan andalan Persija Jakarta tersebut menilai situasi ini berpotensi membahayakan pemain yang bertanding.

“Sistem pertandingan seperti semalam (semifinal lawan Sriwijaya FC) sangat berat. Karena berselisih satu hari, kami harus kembali bertanding. Dengan tingkat kelelahan seperti ini, tentu bisa membahayakan bagi fisik pemain. Apalagi jadwal pertandingan sejak di babak grup terus mepet,” kata Leo.

Leo berharap pada turnamen selanjutnya panitia besar PGK bisa membuat sistem dan kebijakan yang berbeda. Apalagi, turnamen ini bisa dibilang hanyalah ‘pemanasan’ sebelum kompetisi.

Baca juga:

Sanggupkah Persiba Hadapi Tim Liga 1 Dalam Trofeo Battle of Borneo? Begini Optimisme Wanderley

Rumor Bakal Jual 10 Pemain Menguat, Real Madrid Rencanakan Megatransfer 3 Pemain Ini?

Unik! Seluruh Pelari dalam Sebuah Perlombaan Didiskualifikasi, Ini Penyebabnya . . .

Petinggi PDI Perjuangan Sebut Tiga Faktor yang Bisa Membuat Jokowi Jadi Calon Tunggal

“Ini kan hanya turnamen pramusim. Jadi sebenarnya tidak perlu dibuat seperti Piala Dunia, yang ada babak tambahan waktu. Saya kira imbang disambung dengan penalti sudah cukup. Semoga saja ini bisa menjadi masukan bagi panitia,” tutur Leo.

Meskipun lelah, Leo menegaskan bahwa ia dan rekan-rekan yang lain siap untuk bermain maksimal demi bisa mengalahkan Persebaya Surabaya di perebutan tempat ketiga, Minggu (04/03/2018).

Ia berharap agar laga tersebut bisa dipenuhi suporter dari kedua kubu.

“Melelahkan memang, tapi kami bertekad untuk tak lagi kalah dan meraih tempat ketiga besok. Kami akan semakin bersemangat jika suporter bisa memenuhi stadion, baik dari Borneo maupun Persebaya. Kehadiran suporter justru membuat mental kami semakin naik,” tegas pemain berusia 34 tahun tersebut. (Bolasport.com)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved