Kamis, 4 Juni 2026

Piala Gubernur Kaltim

Borneo FC Tak Pernah Tuai Hasil Bagus di Stadion Palaran, Begini Pengakuan Srdan Lopicic

Di balik hasil negatif itu, rupanya Borneo FC menyimpan kisah tersendiri di Stadion Utama Palaran Samarinda, Kalimantan Timur.

Tayang:
Tribun Kaltim/Cornel Dimas
Pemain Borneo FC berdoa bersama sebelum babak adu penalti melawan Mitra Kukar di Piala Gubernur Kaltim, stadion utama Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (23/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ada fakta menarik di balik kegagalan Borneo FC mempertahankan juara Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018. 

Borneo FC harus terhenti di babak semifinal karena kalah dari Sriwijaya FC lewat adu penalti. Sedangkan di perebutan tempat ketiga, Pesut Etam juga tumbang dari Persebaya dengan skor 0-1.

Di balik hasil negatif itu, rupanya Borneo FC menyimpan kisah tersendiri di Stadion Utama Palaran Samarinda, Kalimantan Timur.

Stadion yang dibangun untuk venue utama PON Kaltim 2008 itu bisa dibilang kurang bersahabat dengan Borneo FC.

Baca juga:

Asosiasi Sepakbola Inggris Siapkan Penghormatan untuk Davide Astori di Wembley

Ini Satu-satunya Wakil Kaltim yang Raih Prestasi Membanggakan di PGK 2018

Mahfud MD Dimasakkan Menu Istimewa oleh Istrinya, Langsung Teringat Gus Mus, Netizen pun Bersimpati

 
 

Dari 5 laga terakhir yang dimainkan di Stadion Palaran, Borneo FC tak pernah menang dari lawannya di waktu normal (2 X 45 menit). Ini berlangsung sejak pembukaan PGK jilid I tahun 2016 silam.

Saat itu laga Borneo FC hanya meraih hasil imbang tanpa gol di laga pmbuka PGK 2016 kontra Persela Lamongan, di Stadion Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (27/2/2016). 

Tren ini berlanjut di babak final PGK 2016. Meski juara dengan mengalahkan Madura United di final, Stadion Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Minggu (13/3/2016).

Namun sejatinya Borneo FC dan Madura United bermain imbang 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Gol penentu kemenangan Pesut Etam justru baru terjadi di babak perpanjangan waktu.

Menit 97, kapten Borneo FC saat itu, Ponaryo Astaman menjadi penentu kemenangan berkat golnya.

Di PGK Jilid II tahun 2018, mitos tentang Stadion Palaran berlanjut lagi untuk Borneo FC.

Di laga pembuka, Borneo FC tampak kesulitan melawan Mitra Kukar. Skor imbang kacamata mewarnai laga di waktu normal. Borneo FC baru bisa menentukan kemenangan di babak adu penalti.

Berlanjut ke semifinal melawan Sriwijaya FC, Borneo FC juga gagal menuai hasil positif.

Baca juga:

Persiba Menang, Rahmad Masud Ingin Tahun Depan Adakan Lagi Trofeo

Pemerintah Kembali Buka Pendaftaran CPNS Tahun 2018, Inilah Sektor yang Diprioritaskan

Terkesan Antusiasme Masyarakat Indonesia, Ini Dia Empat Pemain Asing yang Berharap Dinaturalisasi

 
 

Sempat unggul dua kali dari Sriwijaya, Borneo FC justru ditahan imbang di penghujung laga dengan skor 3-3. Sriwijaya FC akhirnya berhak melangkah ke final usai memenangkan duel penalti.

Peruntungan Borneo FC tak jua berusaha di laga perebutan tempat ketiga melawan Persebaya. Pesut Etam takluk di waktu normal dengan skor tipis 1-0.

Laga ini sekaligus menutup rangkaian minor Borneo FC di Stadion utama Palaran.

Gelandang Borneo FC, Srdan Lopicic, mengakui timnya memang kesulitan ketika berlaga di Stadion Palaran.

Ia merasakan ada sesuatu yang hilang saat timnya bermain di stadion Palaran.

Menurutnya pemain Borneo FC lebih merasakan atmosfer pertandingan yang nyaman saat timnya bermain di stadion Segiri, Samarinda.

Stadion Segiri yang dijuluki "Kandang Neraka" ini memang membuat Pesut Etam seperti di rumah sendiri.

"Ini (stadion Palaran) bukan 'neraka' kami. Neraka kami ada di stadion Segiri. Sangat sulit menjelaskan ini, tapi kami merasa sangat nyaman dan seperti rumah sendiri di stadion Segiri," ujar Lopicic kepada Tribunkaltim.co, Senin (5/3/2018).

Dua stadion ini memang terletak di kota yang sama, ibukota Kalimantan Timur, Samarinda.

Namun dua stadion ini terpisah jarak cukup jauh sekitar 18,4 kilometer, karena Stadion Palaran berada di luar pusat kota. Belum lagi harus menyeberangi Sungai Mahakam guna menuju Stadion Palaran.

Namun mitos tentang stadion Palaran justru ditampik oleh Pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan.

Menurutnya Stadion Palaran juga meninggalkan kenangan manis untuk timnya saat menjuarai PGK 2016 silam.

"Itu (tak pernah menang di Stadion Palaran) masalah klenik. Yang jelas kita juara PGK dulu juga di stadion ini. Intinya satu puncaknya kita pada saat menghadapi Sriwijaya. Dan faktor psikologis berperan dalam laga melawan Persebaya," kata Iwan. (*)

Berikut Hasil Lima Laga Tetakhir Borneo FC di Stadion Utama Palaran Samarinda Pada waktu normal (2X45 menit):

 - (27/2/2016) Pembukaan PGK 2016, PBFC 0 vs 0 Persela Lamongan. (Imbang)
- (13/3/2016) Final PGK 2016, PBFC 0 vs 0 Madura United. (Imbang).
- (23/2/2018) Pembukaan PGK 2018, Borneo FC 0 vs 0 Mitra Kukar (Imbang).
- (2/3/2018) Semifinal PGK 2018, Borneo FC 3 - 3 Sriwijaya FC (Imbang)
 - (4/3/2018) Perebutan tempat ketiga PGK 2018, Borneo FC 0 vs 1 Persebaya  (Kalah)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved