Dua Kepala Dinas yang Dukung Salah Satu Paslon Hanya Diberikan Sanksi Peringatan

Sanksi administratif ringan ini berupa ketidakpuasan terhadap dua kepala dinas tersebut.

Dua Kepala Dinas yang Dukung Salah Satu Paslon Hanya Diberikan Sanksi Peringatan
Istimewa
Budi Setiawan (kiri) dan Wiprartono Soebagio (kanan) keduanya ASN Pemkot Tarakan yang memiliki jabatan sebagai kepala dinas. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemkot Tarakan akhirnya menjatuhi sanksi administratif ringan bagi dua kepala dinas di lingkungan Pemkot Tarakan yang mendukung salah satu pasangan calon (paslon) dalam mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tarakan.

Sanksi administratif ringan ini berupa ketidakpuasan terhadap dua kepala dinas tersebut.

Arti ketidakpuasan ini, semacam surat peringatan atau teguran terhadap dua kepala dinas ini agar tidak lagi melakukan hal yang pernah dilakukannya tersebut.

Baca: Masih 21 Tahun dan Kaya Raya, Ternyata Ini 7 Pabrik Uang Aktor Ganteng Verrel Bramasta

Plt  Walikota Tarakan, Kheruddin Arief Hidayat mengungkapkan, alasan diberikan sanksi adminitratif berupa ketidakpuasan, setelah tim yang melakukan pemeriksaan melihat bahwa kedua kepala dinas ini selama bekerja 30 tahun kinerjanya bagus.

“Bahkan keduanya selama menjadi Apratur Sipil Negara (ASN) memiliki prestasi dan tidak pernah tersangkut hukuman apapun. Apalagi sebentar lagi salah satu kepala dinasnya ada yang pensiun. Menimbang hal inilah sanksi ringan berupa ketidakpuasan yang kita berikan,” ujarnya, Senin (5/2/2018) usai rapat di ruangan rapat Kanto Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tarakan.

Baca: Rahmad Masud Ingatkan PNS Hati-hati Saat Pilkada

Menurut pria yang akrab disapa Arief, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2015 tentang Displin ASN, ada tiga tingkatan sanksi, yakni, ringan, sedang dan berat. Untuk sanksi ringan ada tingkatannya pula, berupa, lisan, tertulis dan ketidakpuasan.

Untuk sanksi sedang ada tingkatkannya juga, berupa penurunan gaji berkala, penurunan pangkat, dan penundaan pangkat. Sedangkan sanksi berat berupa pemberhentian dengan hormat dan pemberhentian tidak hormat.

“Nah karena melihat dan menimbang keduanya memiliki kinerja baik dan memiliki prestasi, kami jatuhkan sanksi ringan yang tingkatannya agak tinggi yakni ketidakpuasan. Kami jatuhi sanksi ini karena saya tahu, mereka ini hanya spontanitas saja sesuai dengan pengakuan mereka,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved