Berita Video

VIDEO - Detik-detik Sopir Angkot Bersitegang dengan Aparat Keamanan

Sebelum membubarkan diri, sekitar pukul 17.45 Wita, Rabu (7/3) tadi, massa aksi sempat membakar ban di pinggir jalan tersebut

VIDEO - Detik-detik Sopir Angkot Bersitegang dengan Aparat Keamanan
Tribun Kaltim/Nevrianto
Sejumlah sopir yang menggelar aksi unjuk rasa menuntut penutupan operasional transportasi online mengganggu pengemudi taksi yang membawa penumpang saat melintasi depan kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu(7/3/2018). 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan sopir angkutan kota (Angkot) akhirnya menghentikan aksi mogoknya, dan akan beroperasi kembali.

Hal itu dilakukan setelah melakukan dua hari demonstrasi di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, jalan Kesuma Bangsa dan kantor gubernur Kaltim, jalan Gajah Mada.

Sebelum membubarkan diri, sekitar pukul 17.45 Wita, Rabu (7/3) tadi, massa aksi sempat membakar ban di pinggir jalan tersebut, kendati sempat dilarang oleh kepolisian, namun massa aksi tetap membakar ban, yang berujung terjadinya keributan. Walaupun keributan cepat mereda.

Baca: Meski Ditabrak Bus, Pria Ini Tetap Pikirkan Urusan Kantor; Begini Pesan untuk Atasannya

Baca: Anak Wakil Bupati Ditangkap Polisi saat Pesta Sabu

Aksi itu juga membuat arus lalu lintas terganggu, pasalnya mobil angkot yang parkir di dua sisi jalan Gajah Mada, membuat jalan menyempit, dan kemacetan tak terhindarkan.

Hal itu ditambah dengan aksi beberapa sopir yang menghentikan sopir angkot mengangkut penumpang yang melintas di jalan tersebut, termasuk dengan meneriaki driver transportasi online.

Baca: Mau Lihat F16 dan Sukhoi di Balikpapan? Catat Waktu dan Lokasinya

Baca: Anak Wakil Bupati Ditangkap Polisi saat Pesta Sabu

Namun demikian, aksi tersebut akhirnya dihentikan, setelah perwakilan sopir maupun anggota Orgatrans Kaltim akan difasilitasi oleh Dishub Kaltim untuk mengantar langsung tuntutan mereka ke Mentri Perhubungan dan Mentri Kominfo di Jakarta.

Pihaknya yakin, pemerintah dapat memberikan keputusan yang terbaik. Pasalnya, jika polemik transportasi online ini tidak diselesaikan, maka akan terus terjadi gejolak dan bukan tidak mungkin terjadi gesekan.

Nantinya, jika tuntutan pihaknya tidak dikabulkan, maka pihaknya akan langsung mendatangi Presiden untuk menyampaikan langsung aspirasi tersebut.

Lihat Videonya

(*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved