Di Tarakan, Janda Dua Anak Ini Mengaku Pakai Sabu untuk Sembuhkan Stroke

Usai membeli sabu, ia langsung mengkonsumsi dengan cara mengisap lewat lubang hidungnya dengan menggunakan alat isap bong

Di Tarakan, Janda Dua Anak Ini Mengaku Pakai Sabu untuk Sembuhkan Stroke
junisah
Perempuan berinisial EM ini ditangkap karena memiliki sabu-sabu seberat 0,53 gram dan sabu miliknya ikut dimusnahkan, Kamis (8/3/2018) di Lantai II Ruang Satuan Resnarkoba Polres Tarakan 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Dari 12 tersangka pemilik sabu-sabu yang dimusnahkan Satuan Resnarkoba Polres Tarakan, ada satu tersangkanya perempuan berinsial EN.

Perempuan berusia 45 tahun dengan rambut diikat ke belakang ini hanya diam saja, ketika sabu-sabu seberat 0,53 gram dimusnahkan dengan cara dilarutkan dalam air lalu dibuang ke dalam closet kamar mandi Kantor Polres Tarakan.

Kepada Tribun perempuan beranak dua ini mengaku mengonsumsi sabu untuk menyembuhkan strokenya. Saat EN menderita stroke tiga bulan, ada temannya yang menawarkan EN mengonsumsi sabu-sabu agar sakit strokenya bisa sembuh.

Mendengar informasi dari temannya ini, EN yang seorang janda ini memutuskan untuk mencoba membeli sabu-sabu kepada temannya tersebut lalu mengonsumsinya. Ia membeli sabu-sabu dari temannya dengan harga Rp 250.000.

Usai membeli sabu, ia langsung mengkonsumsi dengan cara mengisap lewat lubang hidungnya dengan menggunakan alat isap bong. Usai mengonsumsi ia merasa kaki kanannya yang mengalami stroke merasa enakan dan tidak sakit lagi. "Kalau habis isap itu sabu-sabu, ringan langsung kaki saya ini dan tidak sakit lagi," katanya.

Sejak ditangkap 24 Januari 2018 lalu oleh anggota Resnarkoba Polres Tarakan, EN terpaksa tidak mengonsumsi sabu. Selama dua bulan di penjara di Polres Tarakan EN yang menggunakan baju tahanan berwarna oranye masih menunggu proses hukum di Pengadilan Negeri Tarakan.

Selama ditahan EN mengaku, kedua anaknya diasuh oleh neneknya atau orangtua EN. Kedua anaknya mengetahui bahwa EN masuk penjara karena kasus narkoba. "Anak-anak tahu, kadang juga datang menjenguk saya," katanya.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Narkoba Iptu Bahrul Ulum membenarkan, saat dilakukan pemeriksaan EN mengakui sabu-sabu itu dikonsumsi untuk menyembuhkan penyakit stroke. "Tapi apapun alasannya tetap kita proses dan saat ini prosesnya sudah tahap I dan akan kita limpahkan ke Kejaksaaan Negeri Tarakan," ujarnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved