Keberangkatan Umrah Meningkat, Dalam Sehari KKP Pernah Vaksin 100 Calon Jemaah Umrah

Ditengarai hal itu lantaran adanya keberangkatan haji atau umrah langsung dari Balikpapan menuju tanah suci.

Keberangkatan Umrah Meningkat, Dalam Sehari KKP Pernah Vaksin 100 Calon Jemaah Umrah
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Kepala Seksi UKLW Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan, Kristanto Sutopo 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Frekuensi warga yang melakukan vaksinasi khususnya jemaah umrah mengalami peningkatan.

Ditengarai hal itu lantaran adanya keberangkatan haji atau umrah langsung dari Balikpapan menuju tanah suci.

Dari informasi yang dihimpun, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan pernah menangani sekitar 110 jemaah umrah, pasca dibukanya penerbangan langsung ke tanah suci oleh salah satu travel penyedia paket jasa umroh di Balikpapan.

Baca: Resmi Ditahan di Rutan, Jumiko Mungkin Kena PAW

"Dalam sehari kami bisa memvaksin 50 sampai 60 orang untuk keperluan umroh, dalam kondisi normal," kata Kepala Seksi UKLW Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan, Kristanto Sutopo saat ditemui Tribunkaltim.co, Kamis (8/3/2018).

Lanjut Kris sapaan akrabnya, pihaknya terus melakukan pemantauan kesehatan para jemaah umrah yang terbang menggunakan maskapai berlambang singa tersebut. 

"Pulang pun kita lakukan pemeriksaan, karena memang di Timur tengah, Arab Saudi, negara endemis meningitis dan MERS CoV," tuturnya.

Pihaknya mengimbau agar para jemaah untuk tidak terlallu banyak berinteraksi dengan onta di Saudi Arabia. Lantaran virus tersebut tumbuh berkembang di tubuh hewan gurun tersebut.

Baca: Yusran Ingin Mewajibkan Kontraktor Pakai NPWP Penajam

"Kita selalu memberikan himbauan kepada jamaah, melakukan umrah atau haji, untuk tidak berinteraksi dengn onta," tegasnya.

Saat disinggung, pernahkah KKP Balikpapan menemukan jemaah yang teridap virus Mers usai kembali ke tanah air, Kris mengatakan hingga sejauh ini pihaknya belum menemukan hal tersebut di Balikpapan.

"Memang untuk di Balikpapan sendiri belum ada, tapi kami tetap harus waspada," ujarnya.

Pihaknya memantau kepulangan jemaah umroh, dengan menempatkan petugasnya di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Di sana terdapat Termal Scanner yang bisa mendeteksi suhu panas tubuh.

"Apabila ada jamaah suhu tubuh di atas 38 derajad, akan kami tindaklanjuti. Protapnya kita wawancarai, periksa kondisinya. Apakah sakitnya, ada menjurus ke MERS CoV atau tidak," ungkapnya. 

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved