Senin, 20 April 2026

Samarinda Young Architect Forum: Profesi Arsitek di Ibukota Kaltim Masih Dipandang Sebelah Mata

Hal ini dikemukakan Inisiator Samarinda Young Architect Forum (SYAF), Fahreza Zulhamdani. Sabtu (10/3/2018).

Penulis: Rafan Dwinanto |
INTERNET
Ilustrasi arsitektur 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keberadaan profesi arsitek di Samarinda masih dipandang sebelah mata.

Hal ini terjadi lantaran kurangnya edukasi masyarakat Kota Tepian terhadap profesi arsitek.

Hal ini dikemukakan Inisiator Samarinda Young Architect Forum (SYAF), Fahreza Zulhamdani. Sabtu (10/3/2018).

"Di kegiatan ini kita ingin mengulas kembali profesi arsitek. Karena banyak yang belum memahami. Tidak hanya masyarakat, mahasiswa pun menganggap bahwa saat lulus dari jurusan arsitek, mereka sudah jadi arsitek. Padahal, tidak. Seperti dokter, lulusan arsitek juga ada koas-nya juga," ujar Fahreza.

Khusus di Samarinda, kata Fahreza, profesi arsitektur belum terlalu diperhitungkan. Indikatornya, banyak pekerjaan yang sejatinya harus dikerjakan arsitek, tapi dikerjakan oleh non arsitek.

"Misalnya untuk rumah tinggal. Jarang yang dikerjakan arsitek. Kebanyakan dikerjakan oleh yang Teknik Sipil. Mungkin karena dinilai bisa menggambar (desain), jadi pekerjaan itu diserahkan ke yang bukan arsitek," ucap Fahreza.

Senada, Idzmi Darmawan, inisiator SYAF lainnya mengatakan, pekerjaan arsitek tidak sekadar menggambar desain bangunan.

Arsitek, kata Idzmi, punya perhitungan lebih detail. Contohnya, memerhatikan dampak bangunan untuk lingkungan, untuk kenyamanan, hingga kesesuaian dengan bangunan di sekitar nya.

"Jadi, seperti di Samarinda ini, banyak bangunan yang tidak bersesuaian dengan lingkungan dan bangunan sekitarnya. Yang belum diperlukan juga dibangun," ucap Idzmi.

Selain itu, lanjut Idzmi, kebanyakan masyarakat yang membutuhkan jasa arsitektur, lebih memilih mencari di luar Samarinda.

"Mungkin masyarakat di Samarinda belum banyak tahu, bahwa jumlah arsitek di Kota Samarinda ini sudah banyak," tutur Idzmi.

Fahreza maupun Idzmi berkomitmen akan menjadikan SYAF sebagai forum arsitek muda yang memberi perhatian terhadap pembangun di Samarinda. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved