Edisi Cetak Tribun Kaltim

Pencurian Batubara Marak Lagi, Pengusaha Kehilangan 1.000 Ton/Bulan

aksi pencuri ini tergolong sangat berani. Pasalnya, beberapa perusahaan sudah memamakai pengawalan dari aparat kepolisian

Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Asosiasi Terminal Mahakam (Atma), Habib Hamzah mengemukakan, penindakan pencurian batubara di ponton sedang marak.

Ia berharap perlu tindakan tegas dari aparat Kepolisian untuk menertibkan praktik pencurian yang marak dalam setahun ini.

"Saya sering mendapat laporan dari beberapa rekan pengusaha batubara soal pencurian ini. Padahal, tempat penampungannya sudah jelas kenapa tidak langsung ditindak," kata Habib, Minggu (11/3).

Baca: 5 Penderitaan yang Dialami Istri Opick Setelah Suaminya Menikah Lagi dengan Wulan Backing Vocal

Menurutnya, jika aksi pencurian ini dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk bagi negeri ini, mengingat pelabuhan di Samarinda juga kerap didatangi kapal‑kapal asing.

Habib mengatakan, aksi pencuri ini tergolong sangat berani. Pasalnya, beberapa perusahaan sudah memamakai pengawalan dari aparat kepolisian. Namun pencuri tetap nekat mencuri batubara dalam ponton.

"Sebetulnya tak sulit memberantas para pencuri batubara ini asalkan stockpile penerima batubara curian ini ditertibkan. Kalau mereka sudah ditertibkan, mau kemana pencuri menjual batubaranya," tuturnya.

Baca: Jadi Mualaf, Salah Satu Alasan Mantan Pemain Real Madrid Gabung Borneo FC

Habib juga pernah mengalami sendiri pencurian batubara. Saat itu dia bekerja sebagai konsultan di salah satu jety batubara.

"Saya pernah satu kali batubara kami dicuri dalam ponton sekitar 2011. Setelah kejadian itu, ada operasi dari Polda, bahkan terjadi penembakan terhadap pencuri batubara. Setelah itu keadaan benar‑benar aman. Fenomena setahun terakhir ini marak lagi," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved