Angkut Telur dan Beras, KM Bunga Harapan Karam; Delapan Penumpang Kapal Lolos dari Maut
KM Bunga Harapan, terang Andi, berlayar dari Pare pare menuju Berau dengan membawa sembako berupa beras dan telur.
Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Peristiwa kecelakaan di laut kembali terjadi di kawasan perairan Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran, Kamis (15/3/2018) sekitar pukul 00.30 dini hari.
KM Bunga Harapan asal Pare Pare, Sulawesi Selatan yang memuat 280 ton beras dan 218 piringan telur, tenggelam, setelah sebelumnya mengalami kebocoran.
Beruntung delapan penumpang kapal berhasil selamat dari maut. Mereka mampu menuju tepi pantai dan ditampung di rumah warga yang juga anggota Pos AL Tanjung Mangkalihat.
Tim SAR Kutim, Kapten Andi Muqoyyim mengatakan, informasi yang diterima, terjadi kapal tenggelam. Kemudian dilakukan pencarian oleh jajaran Pos AL Tanjung Mangkalihat.
“Semua penumpang kapal yang berasal dari Pare pare Sulawesi Selatan berhasil selamat dan ditampung di rumah personel Lanal Sangatta di Tanjung Mangkalihat,” kata Andi.
KM Bunga Harapan, terang Andi, berlayar dari Pare pare menuju Berau dengan membawa sembako berupa beras dan telur.
Saat berada di titik sekitar 1 mil dari bibir pantai, kapal mengalami kebocoran akibat menabrak batu karang.
“Kebocoran kapal tak dapat ditanggulangi, sehingga kapal pun langsung tenggelam di perairan sedalam 150-200 meter,” ujar Andi.
Saat ini, personel Pos AL Tanjung Mangkalihat masih melakukan pemeriksaan di TKP untuk mengetahui posisi kapal tenggelam.
Sedangkan penumpang kapal masih berada di rumah warga untuk ditampung sementara.
Kedelapan warga asal Pare pare tersebut adalah, Risman, H Usman, Suparno, Datri, Yusran, Abdul Kadir, Ruslan, dan Samula. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/km-bunga-harapan_20180315_171918.jpg)