Program Kampung Iklim
Empat Perusahaan Tambang di Tenggarong Seberang Galakkan Kampung Iklim
Aksi nyata di masyarakat antara lain kegiatan biogas, pembuatan embung, pengelolaan limbah,daur ulang sampah, tidak membakar sampah dan lainnya.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Setelah melaksanakan sosialisasi sekolah adiwiyata kepada perwakilan dari sembilan sekolah di Kecamatan Tenggarong Seberang, PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA) kembali melanjutkan dengan sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim).
Kali ini, PT KMIA bersama dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT United Tractors (UT), dan Bhumiku Jadi Abadi (BJA), mensupport sosialisasi ProKlim di Desa Bhuana Jaya dan Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Jajaran manajemen yang hadir adalah R. Agah Wahyu Kepala Teknik Tambang PT KMIA, Himawan dari PAMA, M. Dwi Retno Krisdianto ESR UT Officer Tenggarong, dan Suhuri Komisaris BJA.
Kamis (15/3) lalu, sosialisasi bertajuk “Program Kampung Iklim dan Keuntungannya bagi Masyarakat”, diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber yakni Akbar, dari Divisi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini diikuti warga desa yakni perwakilan dusun, tim penggerak PKK, karang taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan dari DLH Kabupaten Kukar.
Menurut Akbar, kampung iklim adalah lokasi atau kawasan yang masyarakatnya melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terukur dan berkesinambungan. Program ini bertujuan mendorong pemerintah dan dunia usaha serta masyarakat setempat untuk memahami permasalahan perubahan iklim dan dampaknya, juga melakukan tindakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara proaktif.
Akbar memaparkan, cakupan kegiatan ProKlim terbagi dua yakni adaptasi dan mitigasi. Kegiatan adaptasi meliputi pengendalian kekeringan, banjir dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, penanganan intrusi/abrasi air laut, juga pengendalian penyakit terkait iklim. Sedangkan kegiatan mitigasi yakni pengelolaan sampah dan limbah padat, pengolahan dan pemanfaatan limbah cair, penggunaan energi, pengurangan emisi, dan konservasi hutan.
Di Provinsi Kaltim, jelasnya, Kampung Iklim terus bertambah dan kini menjadi 18 yang tersebar di Balikpapan (11 lokasi), Bontang (2 lokasi), Berau (2 lokasi), Paser (1 lokasi), Kutai Timur (1 lokasi), dan Kutai Barat (1 lokasi).
Aksi nyata di masyarakat antara lain kegiatan biogas, pembuatan embung, pengelolaan limbah atau sampah, daur ulang sampah, tidak melakukan pembakaran sampah, penanaman pohon, dan sebagainya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/program-kampung-iklim-di-tenggarong-seberang_20180320_153451.jpg)