Program Kampung Iklim
Support ProKlim, Manajemen KMIA Segera Bagikan Bibit Tanaman kepada Warga
Kami miliki pembibitan pohon lokal seperti trembesi, akasia, dan lainnya. Sedangkan tanaman buah ada durian, rambutan, mangga.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bersamaan dengan bergulirnya aktivitas bisnis pertambangan, manajemen PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA) juga aktif mendukung pengelolaan lingkungan hidup.
“Tugas kami dari perusahaan untuk mengusulkan desa ini menjadi Kampung Iklim. Nah, untuk mewujudkannya perlu dilakukan sosialisasi dan pembinaan masyarakat. Kami hanya membantu bibit pohon, panel surya, pengolahan biogas, dan lainnya,” ungkap R Agah Wahyu, Kepala Teknik Tambang PT KMIA.
Menurutnya, KMIA yang baru tiga tahun beroperasi di wilayah konsesi Desa Bhuana Jaya dan Desa Bukit Pariaman sangat concern pada pengelolaan lingkungan masyarakat di sekitar perusahaan.
Untuk peningkatan lingkungan, lanjut Agah, pihaknya akan membagikan sebagian bibit pohon kepada masyarakat untuk ditanam. “Kami miliki tempat pembibitan tanaman pohon lokal seperti trembesi, akasia, dan lainnya. Sedangkan tanaman buah ada durian, rambutan, mangga dan lainnya. Kapasitas pembibitan sekitar 15 ribu bibit. Kami akan membagian kepada warga sesuai permintaan atau RT mana yang siap,” ujarnya.
Kontribusi lainnya sebagai bentuk CSR yakni ekonomi kerakyatan. “Kami membantu pembuatan kripik pisang. Kami menyediakan lahan seluas empat hectare untuk ditanami pisang oleh warga. Hasilnya dikelola oleh masyarakat yang sebagian dijadikan kripik pisang. Ada juga kripik pare,” bebernya lagi.
Secara mayoritas, menurut Agah, partisipasi masyarakat untuk membangun desanya sangat baik. “Yang kami inginkan, masyarakat aktif mengikuti program-program yang ada sehingga kelak ketika perusahaan selesai beroperasi, perekonomian masyarakat tetap berjalan dan lingkungan tetap terjaga,” tambah Agah.
Tak berbeda jauh dengan PT Bhumiku Jadi Abadi (BJA). Menurut Suhuri, Komisaris BJA, sejak berkiprah 2001 di Tenggarong Seberang sebagai perusahan supporting pertambangan batubara yang beroperasi di Kecamatan Tenggarong Seberang, perusahaan ini juga intens mengembangkan pengelolaan lingkungan.
“Program lingkungan merupakan program yang setiap hari kami gaungkan bersama masyarakat, dan berusaha untuk mereduksi kerusakan lingkungan akibat tambang. Kami bersama masyarakat bersama-sama memperbaiki. Jadi ini bukan hal baru. Kami juga menangani pengelolaan air limbah,” tandas Suhuri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/r-agah-wahyu-kepala-teknik-tambang-pt-kmia_20180320_154545.jpg)