Breaking News:

Guru Honor S2 Digaji Rp 1,5 Juta, Ketua Forum Tenaga Honorer: Kalah dari Gaji Buruh

Kesejahteraan guru honor di Kaltim hingga saat ini masih cukup memprihatinkan. Gaji guru honorer sebulan hanya terima Rp 1,5 juta

Penulis: Anjas Pratama | Editor: Sumarsono
INTERNET
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kesejahteraan guru honor di Kaltim hingga saat ini masih cukup memprihatinkan. Gaji guru honorer sebulan hanya terima Rp 1,5 juta, jauh dibanding upah minimum provinsi (UMP) Kaltim 2018 yang mencapai Rp 2 jutaan lebih.

Tahun kedua usai perpindahan kewenangan guru SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Provinsi, belum ada dampak perbaikan yang dirasakan guru honor se Kaltim. Salah satunya persoalan upah bulanan yang diterima sekitar lebih 4 ribu honorer.

Baru-baru ini bahkan kabar mengejutkan datang dari guru honor yang menyatakan bahwa gaji mereka justru turun dibandingkan tahun lalu. Sebagai informasi, pada 2017 lalu, honorer pendidikan di Kaltim menerima gaji Rp 1,5 juta. Besaran ini merata, baik guru honor ataupun honorer di sekolah yang menjadi tenaga kependidikan (staf, TU, dll).

Baca: Pemkot Tarakan Usulkan 528 Formasi CPNS, Paling Banyak Tenaga Guru 305 Orang

Ketua Forum Tenaga Honorer Kaltim Wahyuddin pun angkat bicara. Imbas penurunan gaji ini, sudah diterima sejak dua bulan terakhir (Januari dan Februari). Padahal, disebut Wahyuddin, dirinya sudah jauh-jauh hari mengingatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim perlunya ada perbaikan redaksi surat keputusan (SK) dalam dasar penggajian honorer.

Perbaikan tersebut meliputi besaran gaji, yang semestinya harus setara UMP (Rp 2 jutaan). Tetapi, bukannya malah naik, gaji honorer justru turun, dan tak ada perbaikan pula baik itu tunjangan kesehatan maupun ketenagakerjaan.

Tahun kemarin, besaran gaji sesuai SK 2017 Rp 1,5 juta. Besaran ini sama, untuk honorer guru atau honorer tenaga kependidikan. Rinciannya Rp 1,2 gaji pokok dan Rp 300 ribu insentif. Tetapi, mulai 2018 ini, bukannya naik, malah turun. Yang turun untuk honorer tenaga kependidikan. Tidak lagi Rp 1,5 juta, tetapi menjadi Rp 1,3 juta -Rp 1,4 juta. Sesuai jenjang lulusan mereka.

Baca: Alamak, Ada Kesalahan Laporan, Ribuan Guru Honorer Wajib Kembalikan Dana Transportasi Selama 2017

"Ini yang kami bingungkan. Kenapa turun lagi. Untuk Rp 1,5 juta saja itu sudah sangat tak sesuai gaji guru. Ini malah diturunkan. Gaji guru kalah dengan gaji buruh. Buruh pabrik dengan ijazah SD dan paling tinggi bisa dapat minimal UMP. Sementara gaji guru yang pintar dan cerdas dikasih tidak menusiawi," ucapnya, Rabu (21/3).

Tribun mendapatkan salinan SK Kepala Dinas Pendidikan Kaltim tentang Penetapan Standar Gaji Pokok dan Insentif Non PNS Tahun 2018. Surat bernomor 876/ 2929/ Disdikbud-Ia/ 2018 ini ditetapkan pada 29 Januari 22018 dan ditandatangani langsung Kadisdik Kaltim Dayang Budiati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved