Pengisian Dirut Perusda Tunggu Putusan PTUN, Komisi I Dipercaya Lakukan Fit And Proper Test

Satu dari 4 calon Dirut Perusda Daya Prima beralamat di Balikpapan, selebihnya berdomisili di Tanah Grogot.

Pengisian Dirut Perusda Tunggu Putusan PTUN, Komisi I Dipercaya Lakukan Fit And Proper Test
TRIBUN KALTIM / SARASSANI
H Abdullah, Ketua Komisi I DPRD Paser 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Sarassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Nama-nama calon Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perusda) Daya Prima Kabupaten Paser sudah sejak tanggal 31 Oktober 2017 diusulkan Badan Pengawasan (BP) Perusda Daya Prima Paser, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.

Sesuai surat 05/BT-Perusda/X/2017 yang ditandatangani Ketua BP Perusda Daya Prima Peser H Syamsudin Cukur, ada 4 nama yang diusulkan BP Perusda.

Yakni Ir H Aswan Noor MSi, Reza Heriannoor SKom, Ir H Saiful Bahri MM, dan Zulkifli SE.

Satu dari 4 calon Dirut Perusda Daya Prima beralamat di Balikpapan, selebihnya berdomisili di Tanah Grogot.

Keempat nama calon Dirut Perusda Daya Prima ini sudah masuk ke DPRD Paser, guna mengikuti fit and proper test yang diamanahkan Peraturan Daerah (Perda) Paser 3/2017, Perda perubahan atas Perda 15/2003 tentang Pendirian Perusda Daya Prima Paser.

Ketua Komisi I H Abdullah saat ditanya terkait pelaksanaan fit and proper test mengatakan pihaknya masih menunggu putusan gugatan di PTUN Samarinda.

"Kita juga ingin cepat, banyak karyawan Perusda yang menggantungkan nasibnya dan hanya bisa diatasi oleh Dirut Perusda definitif," kata Abdullah, Rabu (21/3/2018).

Sesuai amanah Perda, lanjut Abdullah, fit and proper test dilakukan oleh DPRD Paser. Berdasarkan arahan pimpinan DPRD Paser, Komisi I yang membidangi fit and proper test ini.

"Nah, di sini (Komisi I) ada 9 orang, kita lah yang diberi kepercayaan dalam menguji layak atau tidaknya calon-calon Dirut Perusda. Kita hanya sebatas menguji," ucapnya.

Untuk diketahui, Pemkab Paser melalui Bagian Ekonomi Setda Paser pernah memfasilitasi seleksi calon Dirut Perusda Daya Prima yang mengacu Perda 15/2003.

Dari seleksi itu, hanya satu nama yang lolos ke fit and proper test. Permasalahan itu kemudian berbuntut pada gugatan ke PTUN Samarinda. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved