Sharp Bangun Panel Surya di PRO Samboja, Penunjang Listrik 'Baby House' Orangutan

Habitat orangutan (Pongo pygmeus) di Kaltim makin menyusut akibat kawasan hutan hujan yang berubah fungsi sebagai perkebunan

Editor: Sumarsono
IST
Perwakilan PT Sharp Pandu Setio berjabat tangan dengan Manager Program PRO Samboja Lestari drh. Agus Irwanto di depan sistem panel surya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Habitat orangutan (Pongo pygmeus) di Kaltim makin menyusut akibat kawasan hutan hujan yang berubah fungsi sebagai lahan perkebunan dan pertambangan serta penebangan liar.

Akibat deforestasi ini, orangutan terpaksa menjelajah ke luar habitat dan berusaha bertahan hidup, seperti masuk ladang perkebunan yang akhirnya dipandang sebagai ancaman.

Perburuan dan perdagangan orangutan pun menjadi alasan lain semakin berkurangnya jumlah orangutan di dunia. Pada 2016 orangutan masuk klasifikasi hewan yang sangat terancam punah (Critically Endangered) dalam The International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Baca: Dana Operasional dari Pemprov Kaltara Belum Turun BPSK Tidak Kunjung Dapat Gaji

Walaupun sudah dilindungi oleh hukum international dan masuk dalam Appendix I dari daftar Convention on International Trade In Endangered Species (CITES) yang melarang perdagangan orangutan, namun faktanya masih banyak saja bayi orangutan yang diperjualbelikan.

Bersama dengan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, PT Sharp Electronics Indonesia melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat luas melalui komunitas Sharp Greenerator, sebuah komunitas anak muda yang peduli lingkungan untuk ikut menjaga dan melestarikan orangutan dengan cara memberikan informasi seputar orangutan dan habitatnya.

Tidak hanya itu Sharp pun secara berkelanjutan mengadopsi tiga orangutan bernama Kopral, Shelton, dan Sura. Ketiganya memiliki cacat fisik akibat ulah manusia.

Baca: Panglima TNI dan Kapolri ke Perbatasan, Kapolda Indrajit Siapkan Tiga Helikopter

Awal 2018, sebagai kontribusinya kepada pelestarian orangutan, melalui program Solar Panel Project, Sharp mengunjungi Samboja Lestari, salah satu pusat rehabilitasi dan reintroduksi orangutan milik BOS Foundation.

Di lokasi ini Sharp memasang 6 unit solar panel yang mampu menghasilkan 1.400 watt energi listrik. Melalui prinsip photovoltaic, keenam solar panel yang terbuat dari bahan semiconductor ini akan menyerap cahaya matahari kemudian mengkonversikan energi dari cahaya matahari tersebut menjadi energi listrik yang dapat langsung digunakan untuk menunjang kegiatan dalam baby house.

"Ini adalah project kedua yang dilakukan oleh Sharp untuk menunjang pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Melalui Solar Panel Project, Sharp membantu menyediakan tenaga listrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan yaitu sinar matahari. Kami sangat menyadari keberadaan orangutan yang semakin berkurang jumlahnya, semoga dengan kegiatan Sharp dapat membantu agar masa yang akan datang orangutan masih tetap ada dan menjadi harta keanekaragaman hayati kebanggaan bangsa Indonesia" ungkap Pandu Setio, PR, CSR & Promotion Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Di Pusat Rehabilitasi Orangutan (PRO) Samboja Lestari, orangutan dewasa dan balita hasil temuan dan sitaan dari bermacam lokasi seperti sirkus hingga perumahan, dilatih untuk menjadi liar kembali.

Mereka diajarkan keterampilan memanjat pohon, membangun sarang, mencari pakan alami, serta mengenali hewan predator hingga pada akhirnya siap untuk dilepasliarkan kembali ke hutan.

Baca: Namanya Disinggung Iwan Setiawan, Begini Reaksi Eks Pelatih Borneo FC Asal Montenegro

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved