Nyak Sandang Bisa Melihat lagi, Ini Keinginan Penyumbang Pembelian Pesawat RI Ini

Kondisi penglihatan Nyak Sandang (91) berangsur membaik usai menjalani operasi katarak di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Nyak Sandang Bisa Melihat lagi, Ini Keinginan Penyumbang Pembelian Pesawat RI Ini
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo, Rabu (21/3/2018) malam, saat menerima Nyak Sandang beserta putranya di Istana Merdeka Jakarta. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kondisi penglihatan Nyak Sandang (91) berangsur membaik usai menjalani operasi katarak di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Maturidi, perwakilan keluarga Nyak Sandang, mengatakan beliau menginginkan sejumlah hal usai mampu melihat kembali. Nyak Sandang mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nyak Sandang menjalani operasi mata pada Rabu pekan lalu. Operasi berlangsung 28 menit. Maturidi yang selalu menemani Nyak Sandang, pamannya, bertindak sebagai penterjemah, sebab Nyak Sadang tak fasih berbahasa Indonesia. Dijadwalkan pada Rabu pekan depan akan dikontrol lagi. "Saya tambah semangat, terima kasih Pak Presiden," kata Nyak Sandang, saat ditanya perasaannya setelah operasi.

Kemarin, suaranya terdengar kuat dan sesekali ia tertawa, memperlihatkan hatinya begitu gembira. Didampingi Khaidar, putra bungsunya, dan Maturidi duduk dan bersedia melakukan foto bersama. "Sudah,saya sudah bisa melihat, setelah operasi. Alhamdulillah, 'mandum ka' dipenuhi Pak Presiden," katanya dalam bahasa Aceh.

Baca: 38 Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka, Wapres JK: Mereka Mau Bagi Rata

Sejak beberapa waktu lalu, Nyak Sandang mendapat perawatan, fasilitas nomor satu yang diterimanya selama dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, menjalani operasi katarak. Maturidi menjelaskan, kenyamanan pamannya akan fasilitas diekspresikan layaknya berada di surga.

"Beliau (Nyak Sandang) sangat menikmati fasilitas yang diberikan Presiden di RSPAD, itu luar biasa. Bahkan pernah diucapkan beliau, 'Apakah ini surga?' Saya bilang, 'Ini surga dunia'," ujar Maturidi, ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3).

Maturidi mengungkap fasilitas di RSPAD yang diperoleh Nyak Sandang tak jauh berbeda dengan kamar hotel bintang lima. Ia enggan menjelaskan secara rinci fasilitas apa saja yang diterima pamannya itu, namun pihak keluarga sangat berterima kasih kepada Presiden atas kenyamanan ini. "Keadaannya di dalam ruangan aman, nyaman dan luar biasa. Terima kasih Bapak Presiden," ungkap Maturidi.

Baca: Pengelola Warnet Ketahuan Sediakan Situs XXX, Komputer pun Diangkut Polisi

Hingga kemarin, Nyak Sandang masih dirawat di Paviliun Kartika, lantai dua, ruang Nomor 205. Maturidi kembali mengungkap keinginan pamannya selain ingin bertemu Presiden. ingin membaca Alquran dan beribadah sendiri tanpa bantuan orang lain di masjid. "Beliau ingin membaca Alquran, kemudian ingin beribadah, ingin berjalan (ke masjid) tanpa harus dituntun," ujarnya.

Maturidi mengatakan ketika bertemu dengan Presiden beberapa waktu lalu di Istana Negara, Nyak Sandang tidak mengetahui wajah Jokowi lantaran belum melakukan operasi. Nyak Sandang ketika itu, lanjutnya, hanya bersamaan dan memegang tangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Keinginan beliau, setelah berhasil operasi ini ingin melihat bapak Jokowi secara langsung, kalau kemarin hanya salaman dengan tangan tetapi tidak tahu wajahnya. Katanya sih Presiden kita ganteng banget, pengen lihat langsung," ungkap Maturidi.

Nyak Sandang saat tiba di Jakarta dan bisa menemui Jokowi, sempat menyampaikan permohonan tiga permohonan. Pertama adalah memohon bantuan agar mendapatkan layanan operasi katarak. Kedua, ia juga memohon Presiden Jokowi mendirikan masjid di kampung halaman Nyak Sandang di Lamno, Aceh Jaya. Terakhir, Nyak Sandang menginginkan menuaikan ibadah haji.

Baca: Periode Bursa Transfer Liga 1 Diperpanjang, Simak Deadline-nya

Nyak Sandang sempat bercerita, masih banyak orang-orang pemegang obligasi lainnya untuk pembelian pesawat Seulawah RI. Ia ingat, masyarakat berduyun-duyun menyumbangkan harta untuk pembelian pesawat tersebut. "Apa saja yang ada, langsung dijual dan disumbangkan, banyak sekali masyarakat yang membantu," katanya. (tribun network/dit/fikar)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved