Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

Warga Ini Gagal Mancing Lihat Air Pantai Warna Hitam, 'Seperti Bukan di Balikpapan'

Tapi hari ini jangankan ikan, yang kita lihat cuma minyak hitam di laut,"

Warga Ini Gagal Mancing Lihat Air Pantai Warna Hitam, 'Seperti Bukan di Balikpapan'
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Keling (35) pemancing terpaksa urungkan niatnya lantaran laut yang tercemar oleh minyak, Minggu (1/4/2018) di kawasan Pelabuhan Jetty Semayang. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Keling (35) hanya bisa memandang bibir pantai sambil menggerutu. Kerah bajunya sengaja ia angkat sampai menutupi hidung. Alat pancing dan umpan yang ia bawa terpaksa diparkir di tanah.

Raut wajahnya tampak kesal melihat air laut yang bertemu dengan pantai berwarna hitam. Biasanya ia melempar kail pancing dengan udang sebagai umpan di Pelabuhan Jetti Chevron Semayang.

Namun di sana penuh petugas SAR dan aparat berwajib. Ditambah air yang berada di sekitar Pelabuhan lebih pekat warna hitamnya. Akhirnya ia memutuskan bergeser 100 meter ke arah Timur, duduk di tepian laut bersama istri dan anak terakhirnya.

Baca: Di Arab Saudi, Mengintip Ponsel Pasangan Tanpa Izin Bisa Didenda Rp 1 Miliar

"Sudah kayak bukan di pantai Balikpapan," kata warga Kilometer 2, Gunung Steling Balikpapan Utara.

Memancing baginya hobi sekaligus hiburan bagi ayah 2 anak tersebut. Setiap akhir pekan memancing jadi agenda rutin keluarganya. Pelabuhan Jetty Chevron Semayang jadi tempat favorit pria berambut gondrong dan berbadan kekar ini.

"Ikan tanda-tanda, kerapu, dan beronang banyak di sini mas. Tapi hari ini jangankan ikan, yang kita lihat cuma minyak hitam di laut," keluh Keling.

"Saya pindah dari Pelabuhan, eh minyaknya juga sampai sini," sambungnya.

Baca: Di depan Laudya Cynthia Bella, Hotman Paris Bandingkan Kekayaanya dengan Engku Emran

Puluhan tahun hidup di kota minyak (sebutan Balikpapan) ia mengaku baru kali ini melihat bibir pantai menabrak air laut berwarna hitam.

"Malu, mas. Semoga bisa cepat diatasi. Diketahui penyebabnya apa, agar tak terulang lagi. Kata orang-orang pipa minyak kena jangkar, lah. Gak tahulah, kita tunggu penjelasan mereka-mereka itu aja," harapnya.

Dari pengamatan Tribunkaltim.co, sekitar 11.00 Wita di kawasan pantai Pelabuhan Jetty Chevron Semayang, ceceran minyak tampak menyelimuti air laut. Bau menyengat tak lepas meneror lubang hidung. Beberapa warga maupun tim SAR sebagian memakai masker menutup hidungnya, saking aroma minyak menyengat.

Baca: Minyak Masih Cemari Laut Teluk Balikpapan, Tim SAR Masih Sulit Cari 3 Korban Hilang

Kendati demikian, ada saja beberapa pemancing yang tetap nekat turun ke laut. Mereka terpaksa menuju ke arah tengah laut, mencari air yang tak terdampak minyak. Lantaram di pinggir pantai praktis air berwarna hitam mengkilat.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved