Banjir Tinggalkan Bau Tak Sedap di Ruang Sekolah
Bahkan, buku paket yang baru datang sebulan lalu dari Disdikbud ikut terendam banjir.
Penulis: Rahmad Taufik |
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Banjir yang merendam gedung SDN 024 Dusun Ukung, Desa Jembayan, Loa Kulu, membuat sejumlah dokumen penting rusak dan hancur. Selain buku paket pelajaran, sejumlah rapor murid basah.
"Banjir merendam gedung sekolah kami hingga lebih dari sepekan. Dokumen dan rapor tidak bisa diselamatkan, basah semua," kata Sukaenah, Kepala SDN 024 Jembayan didampingi Jeni, Wali Kelas 3 ditemui Tribun, Selasa (3/4).
Bahkan, buku paket yang baru datang sebulan lalu ikut terendam banjir. Maklum, banjir merendam gedung sekolah hingga 1,5 meter. Pantauan Tribun kemarin, beberapa buku dan dokumen sekolah diletakkan di lantai gedung baru SDN 024. Kondisinya masih basah. Sejumlah sofa di ruang guru ditumpuk di depan gedung lama.
Sebuah ruang di samping ruang guru juga dipenuhi tumpukan buku. Ruangan ini tercium bau tak sedap menyengat pasca terendam banjir. Halaman sekolah masih digenangi air dan becek dan tidak ada aktivitas belajar mengajar.
"Ya, 2-3 hari ke depan mungkin kami bisa memulai kegiatan belajar-mengajar seperti biasanya. Kondisi ini sudah dilaporkan dan ditinjau Pihak Disdik Kukar. Untuk barang yang rusak akibat banjir dibuatkan berita acara," ujarnya.
Ia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan, terutama buku pelajaran. "Hampir semua buku paket baru untuk anak-anak terendam banjir," ucapnya. (*)