Tragedi Tumpahan Minyak di Balikpapan

Pipa Bawah Airnya Putus, Kilang Pertamina Turun Produksi, Begini Antisipasinya

General Manager Pertamina RU 5, Togar MP menjelaskan, di fasilitas pengilangan itu, terdapat dua skema pengolahan minyak.

tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhani
Sebanyak 259 aparat keamanan dikerahkan membersihkan tumpahan minyak di sepanjang Pantai Monpera hingga Pelabuhan Semayang, Senin (2/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Putusnya pipa minyak bawah laut milik Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, yang menghubungkan terminal Lawe-lawe ke fasilitas pengilangan unit 5, ikut berdampak menurunya produksi kilang itu.

General Manager Pertamina RU 5, Togar MP menjelaskan, di fasilitas pengilangan itu, terdapat dua skema pengolahan minyak, primary/utama dan sekunder. 

Togar mengakui, akibat kejadian ini, suplai utama mengalami penurunan sebesar 50 persen, sementara suplai sekunder masih mampu produksi 70 persen.

Baca: 18 Fakta yang Baru Terungkap Terkait Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Nomor 17 di Luar Prediksi

Diketahui kilang ini mampu memproduksi 260 ribu barrel minyak olahan per hari.

"Dengan adanya (putusnya pipa) ini, kami akses produksi menggunakan cadangan (minyak) di tanki,"ujar Togar saat konferensi pers di Polda Kaltim (4/4/2018).

Mengetahui adanya penurunan produksi ini, pihaknya langsung ambil langkah antisipasi guna menjaga produksi minyak kedepan. 

"Hal ini sudah direncanakan, sandar kapal tanker untuk operasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Baca: Dejan Tak Akan Pindahkan Ban Kapten dari Lengan Diego

Togar tak menyebut sampai kapan proses perbaikan dan suplai itu berlangsung.

Termasuk berapa barrel minyak yang akan dipasok lewat kapal tanker itu.

"Barrel saya lupa, demikian kami tetap pertahankan operasi untuk menunaikan tanggung jawab suplai BBM,"ujarnya.

Baca: Faisal Desak Pemkot Beli Bak Sampah untuk Warga Pesisir

Dari info yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, kilang Balikpapan menyuplai sekitar 26 persen kebutuhan BBM Indonesia, dan termasuk kilang terbesar kedua setelah kilang Cilacap.

Fasilitas pengilangan ini, direncanakan akan ditingkatkan produksinya menjadi 360 ribu barrel/hari, lewat program refinery development masterplan program. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved